hancur

Kesuksesan Yang Mulai Hancur

Posted on Updated on

 

grafik
sumber wartadki.com

Ketika kekalahan sudah menghampiri. Nikmat tuhan mana yang kau akan ingkari. Untuk mengingat tentang yang lalu pun sudah tak pernah untuk dipikirkan. Interospreksi diri mungkin jalan yang baik. Kesalahan apa yang telah diperbuat, hingga kekalahan bertubi – tubi menghampiri. Tentang janji yang telah diucapkan. Tentang ungkapan hati yang telah di keluarkan. Bibir ini menjadi saksi atas ucapanmu.

Bahkan orang lain pun mendengar tentang berita ini. Tidak baik kah jika yang mendengar menagih janji. Setidaknya satu dari sekian janji yang telah kau ucapkan. Untuk para pekerjamu yang telah kamu hidupi, mereka merasa berterima kasih atas jasamu. Untuk dapat menghidupi keluarga dan dirinya sekian tahun. Itu sangat berarti, meskipun terkadang kurang mencukupi. Tapi semua itu buat mereka sangat berharga. Sebagai seorang kepala keluarga sepatutnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga dengan baik.

Acapkali semua kebutuhan belum terpenuhi, memaksa isteri sebagai ibu bagi anak-anak tidak lupa membantu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sang suami. Dari sekian tahun, merka jadi saksi betapahebatnya dia. Dari yang biasa menjadi luar biasa. Sedikit demi sedikit naik menanjak. Tidak dipungkiri dengan bantuan para pekerja ini menjadi sebuah raksasa sebuah usaha yang patut untuk dihargai.
Kini apa yang sedang terlihat. Piramida kesuksesannya hancur sedikit demi sedikit. Banyak orang mencibirnya. Bahkan tidak sedikit keluarganya masa bodoh. Ketidak benaran akan tindakan keputusan yang emosional. Menjadi salah satu penyebab, namun sering kali keputusan itu membuatnya goyah. Sedikit demi sedikit hancur, reruntuhan kesuksesan tunduk oleh keserakahan yang mendunia. Mungkinkah dia mengenali dirinya sendiri saat ini. Ketika kehancuran mulai datang menerpa. Apakah sadar dengan kejadian yang kini datang menimpanya.

Sedikit banyak orang menerka tentang kejadian ini. Sudah waktunya dia menyadarinya. Apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Apakah ada sesuatu yang salah dengan langkah diambil. Dengan satu keputusan yang baik menurutnya, tapi akan mencelakai keputusan yang lain. Bukan saya untuk menggurui atau entah lah. Banyak berpikiran kalau kita itu sedang diuji. Sedang di tagih janji – janjinya yang segunung itu, namun sering kali dia tidak mempedulikan tentang ucapan yang keluar dari mulutnya.

Bukankah sudah banyak orang yang mengingatkan tentang perihal itu. Keputusan yang diambil tidak hanya melukai keputusan yang terbaik. Melainkan menjadi kecelakaan beruntun. Kini hanya tinggal melihat, betapa hebatnya kamu dulu dengan yang sekarang kita lihat. sejengkal tanganmu pun tidak bisa untuk meraih tangan kita sebagai mantan pekerjamu. kebanyakan dari kita menyadari akan lelahnya kamu menghadapi kekalahan yang bertubi-tubi.

Mungkin sekarang kamu masih kuat dengan tubuhmu yang besar. Otot – ototmu yang keras. Masih merasa hebat dalam menghadapi dengan permasalahan yang ada. Satu masalah, selesai. Dua masalah, bisa dihadapi. Tiga masalah, dapat ditangani. Seiring permasalahan itu, kehancuran duniamu perlahan hancur. Kerajaanmu mulai roboh.

Apakah kamu tidak menyadari tentang mereka yang tengah mengharap janji janji mu yang kau ucapkan ketika dulu. Meskipun tidak sepenuh hati mereka berharap setelah tahu keadaanmu sekarang. Banyak orang berceloteh tentangmu. Mereka menebak dengan ide dan argument mereka masing-masing. Tentang kesalahanmu mengambil keputusan, bahkan berimbas dengan usaha yang telah kamu rintis sekian puluh tahun. Hingga saat ini kerja keras itu luntur terkikis angin yang berhembus dari utara. Terhempas oleh tiupan mulut-mulut dengki dari orang-orang yang terkena goresan lukamu.

Iklan