#cinta

hadir dengan tergesa gesa

Posted on Updated on

tangan

Dan kaupun hadir tanpa kau minta. Kamu ikhlas tanpa harus kupaksa. Meskipun kamu tak menoleh padaku. Menyapaku pun tidak. Sunyi malam ini mimpikuku lebih indah. Meski untuk sesaat kamu hadir dalam beberapa tarikan nafas. Tapi saya bahagia bisa menemukanmu dalam mimpi malam ini. Sudah sekian lama kamu tidak menyapaku.

Apakah saya harus memulainya atau kah kamu sudah melupakanku.

Bahagiaku ketika kamu menampakkan tubuhmu. Sedihku kamu tak menyapaku dan mulai asyik dengan yang lain. Di keramain mimpi itu aku merasakan kehilangan. Tidak nampak sesuatu yang asyik, apakah itu kamu menoleh tersenyum. Semua hanya harapan biasa saja yang tak menjadi nyata.

Entah kamu melupakan atau sengaja tidak peduli.

Langkahku gontai menujumu. Kamu tak memberiku semangat untuk kau ku kejar

Iklan

Cita – Cita dan Cinta 2

Posted on

Lalu ketika cita – cita dan cinta belum kamu raih dan gapai. Kemudian apa yang harus aku lakukan? Rasa miris dan perih sering kali terikat dan membelenggu relung hati. Namun ketika kamu menangis dan merenungi yang terjadi kepada siapakah aku harus bermuara, kepada bahu yang acap kali aku pakai bersandar. Menceritakan semua keluh kesahmu kepadanya, pada bahu yang kuat dan kokoh saat eluh itu berubah menjadi air mata yang menderu deras mengalir. Semua terasa lebih ringan ketika semua keluh kesah berhasil terurai. Bahu itu selalu berhasil menjadi teman yang baik.

Selalu merespon apa yang selalu menjadi keinginanku. Menjadi pendengar dan sandaran yang kokoh. Wahai sang bahu kuatkanlah dirimu agar tiap kali aku bersedih kamu akan selalu siap untuk merengkuhku dengan kasih. Aku yakin tiap tangisanku akan menjadikanmu kuat dan tahan banting, bukan menjadi kikis karena air mata ini terus menerpa. Dinding kekuatanmu. Tapi ini akan menjadi pelapis anti body super tangguh untuk cerita – cerita yang akan datang menemuimu.

Satu hal yang bisa terjadi…

Di saat tidak ada seorangpun mendukung dan merangkul cita – citamu.

Langkah ini berat untuk berjalan menujunya, menuju pada cita – cita yang tengah dijegad oleh malaikat hitam bersayap. Jalan itu ditutup sementara atau hanya sekedar memberikan peringatan waspada. Bahwasanya tidak semua halangan dan rintangan selalu menjadi jelek dan petaka bagi yang mengalaminya. Ibarat dua sisi ruangan yang dibatasi oleh sekat, satu sisi yang sekarang sangat nampak jelas dan nyata tentang apa yang sedang terjadi namun apa yang terjadi setelah sekat itu tersibak. Terkaan itu muncul dari A sampai Z kemungkinan yang akan terjadi. Sekat itu hanyalah rintangan dan halangan sementara. Carilah celah dan pintu pintu masa depan untuk melihat dan melongok seperlunya agar nanti bisa mempersiapkan diri menghadapi apa yang akan terjadi dengan itu. Cita – Cita dan cinta yang masih gelap meski membutuhkan penerangan yang baik melalui dukungan yang baik dan kasih.

Tak ada ragkulan yang menyambut pada saat itu, saat ketika aku membutuhkan untuk melangkah jauh meruncingkan ujungmimpi yanglama tertanam. Ketika hal itu gagal, aku menyebutnya sebagai kegagalan yang taktermaafkan. Kenapa tak semua orang merangkul cita – cita ku unutk melepaskan diri dari kungkungan hidup yang tak kunjung berubah. Terkesan monoton tak bergerak maju. Haruskan aku keluar dari sangkar untuk terbang mencari jalan hidup yang baru. Memaksakan diri untuk cita- cita di depan yang sedia menunggu untuk dijemput dan diperjuangkan. Namun ketika tak dapat diraihnya hati ini miris dan merasakan kecewa yang amat. Saat tak ada yang ingin merangkul memberikan semangat akan cita – cita yang dikejar.

Menangis menjadi pilihan yang terbaik. Mengeluarkan rasa sakit yang terlalu agar nantinya tidak menumpuk terlalu tebal dan susah untuk dibuang nantinya. Sebagai manusia yang normal, lakukanlah. Lakukanlah pada tempat yang tepat. Janganlah curhat hanya pada teman, menekuri keinginan cita – cita yang terhalang. Terpekurlah kesedihanmu, kekecewaanmu dan tangismu juga dengan baik di hadapan Allah SWT. Bersujudlah pada-NYA. Bersujudlah dengan baik.

Bersabarlah – Laporkanlah – Apa yang menjadi kegelisahanmu saat kamu bersujud. Bersujudlah disaat kamu masih bisa bersujud. Masih mempunyai kaki dan dengkul untuk bersujud. Berjalan untuk menopang dan menjadi pendukung kamu untuk berjalan lagi mengerjar cita – cita dan cinta. Manfaatkanlah apa yang kamu punya dan syukurilah bahwa kita masih punya dengkul dan kaki untuk bersikap baik bersujud pada Allah SWT. Melaporkan semua cerita yang didapatnya pada hari itu dan hari – hari yang lalu. Tentang ikhwal keinginan dan cinta yang diharapkan. Tentang masa yang akan datang yang masih menjadi misteri untuknya. Luapkanlah tangismu dan bahagiamu dihadapNYA, dibanding dengan berkeluh kesah tanpa arah.