Cita – Cita dan Cinta

Posted on Updated on

Hari ini aku terpekur dalam kesedihan memikirkan hal yang sring kali aku pikirkan. Sebenarnya tidak perlu sesering ini untuk dipikirkan terlalu dalam. Namun acap kali ketika kesendirian itu menghampiri, membuatnya tak lagi untuk bisa mengelak. Ini sungguh jarang terjadi, namun itu manusiawi. Disaatt semua orang menikmati apa itu kesuksesan (bisa dibilang seperti itu) namun cita – cita tak seiring jalan sesuai apa yang diharapkan. Semua butuh proses dan itu adalah pembelajaran yang tiada akhir serta ujung untuk diakhiri.

Siang itu menjadi siang yang membuka mata hati seta perasaanku. Entah dari mana rasa terdalam itu muncul dan membuncah ingin lepas dan mengeluarkan material – materialnya untuk membuktikan bahwa isi dari semua itu adalah curahan hati yang ingin disampaikan agar itu menjadi layak untuk diberitakan.

Lalu bagaimana dengan cita – cita dan cinta ?

Pertanyaan itu muncul seketika dari seseorang yang membuatku meringis tajam. Kuakui itu bukanlah kata yang menyakitkan. Tapi itu cukup mengiris hati untuk tersakiti.

“Terus teranglah, itu akan merasa lega.” Ucapnya.

Seketika itu ku mulai melepaskan material hati yang lama tersembunyi. Langkahku terhenti, mungkin itu kata – kata yang bisa menggambarkan ketika cita – cita itu belum tergapai. Maksud semua itu adalah semua masih ganjil. Semua dalam proses dan penyelesaian. Itu jawaban yang kucuapkan atas pertanyaannya. Masih ada banyak penjelasan yang sebenarnya bisa mewakilinya tapi itu semua tertahan tak bisa melanjutkan kata – kata ktika akan mengetik jawaban yang lebih, jari ini terasa kaku untuk menjawabnya.

lalu bagaimana dengan cita – cita dan cintamu selanjutnya, kamu akan bawa kemana ?

to be continue …

Iklan

Yang Muda Bukan Berarti Tak Bisa Berkarya

Posted on Updated on

#yang muda yang berkarya

nulisdankopi

Rakyat kini sudah dimudahkan dengan berbagai fasilitas, mulai dari moda transportasi, telekomunikasi hingga informasi. Terkait dengan itu semua tak lepas dari pendahulu kita para pahlawan yang telah memberikan kemerdekaannya dari genggaman tentara koloni belanda yang sangat kejam. Tua bukan berarti berhenti dalam berjuang memerdekakan negara. Tua tidaklah bisa dianggap remeh dalam berkarya. Sumbangsihnya sangat besar dalam kemajuan negara ini. Ketika informasi sudah bisa didengar dengan mengakses melalui radio pada masa itu, namun hanya beberapa segelitir orang saja yang bisa menikmati kehebatan sebuah kotak yang bisa mengeluarkan suara yang entah dari mana suara itu berasal. Aktifitas menulis informasi pada masanya bisa dikatakan sangat minim, terkait dengan kebebasan dalam berpendapat dan media untuk menuangkan cerita masih sedikit.

Dewasa ini banyak remaja yang terjerumus ke dunia lembah hitam. Pergaulan yang terlalu bebas dan pengawasan orang tua yang lemah, serta pondasi iman yang lemah dari kecil. Kegiatan yang melelahkan untuk diikuti berakhir dengan kerugian fisik dan materi. Semua itu perlu perubahan yang mengarah pada kepedulian dan kreatifitas berkarya

Sekarang saatnyalah kita menunjukan taring kepada orang, bukan hanya sebagai seorang yang berprestasi di bidang sains, olah raga ataupun informatika melainkan dalam menulis. Semua berlomba – lomba menjadi yang terbaik, yang terdepan dan tertinggi. Mereka tidak salah dengan pemikiran yang demikian, bukankah hak orang untuk memilih itu masih berlaku sejauh itu di dalam aturan yang benar. Hak asasi manusia berlaku penuh pada demokrasi ini, perlindungan terhadap kelangsungan hidup manusia ditanggung ketika terampasnya hak asasi.

Tancapkan ide – ide kalian di tulisan, biarkanlah itu menjadi bagian dari hidup. Catatan hidup yang tak akan hilang selagi masih tertulis jelas dilembaran buku. Sudah dari dahulu bahwa buku merupakan jendela dunia. Dari buku kita bisa melihat belahan dunia melalui selembar kertas tanpa harus berkunjung ke daerah tersebut. Melalui buku pengetahuan bisa didapat dengan mudah tanpa harus bertanya kesana kemari. Carilah sisi positif dari buku yang dibaca, dimana manfaat itu akan berguna bila kamu mengaplikasikannya dikehidupan.

Berkarya tidak hanya sebatas bekerja dengan mendapat penghargaan sebagai karyawan teladan. Bukan juga menjuari kejuaraan nasional dan dunia. Berjuang lewat menulis juga merupakan berkarya. Selagi muda jiwa dan pikiran masih kuat, menjadi penopang yang sudah tua renta. Ide pikiran dan kreatifitas masih segar untuk diutarakan. Tidak sebatas omongan yang tak jelas akhirnya, menulis menjadi sebuah pilihan yang tidak buruk bukan? Persolan bisa menjadi mudah dengan adanya menulis, semua bisa dituangkan kedalam catatan pribadi ataupun blog.

Buku sudah membuktikan, dimana setiap sejarah ataupun peristiwa penting yang terjadi di negara ini akan menjadi sebuah sejarah yang nantinya akan didengar dan dibaca oleh anak cucu kita. Penulis berperan penting dalam menyusun peristiwa – peristiwa terdahulu agar nanti tidak terlupakan atau dilupakan sesaat peristiwa itu telah lama terjadi. Sejatinya pekerjaan menulis bukanlah pekerjaan yang rendah, terlebih jika kita mampu menunjukkan prestasi kita dalam menulis. Menulis bukanlah hal yang sulit, banyak beranggapan bahwa menulis merupakan hal yang membosankan, tidak ada uangnya bahkan hanya buang – buang waktu saja. Ada sisi positif dari kita menulis yakni keinginan untuk bercerita lebih mudah pada mereka yang tidak terbiasa curhat tentang perasaanya kepada orang lain entah sedih ataupun senang.

Saatnya kita yang muda yang berkarya, meneruskan para pendahulu yang telah berjuang untuk kita saat ini merdeka dari penjajah dan koloninya. Semangat kalian perlu dipupuk agar tidak hilang. Berjuang tidak hanya mengedepankan tenaga dan otot, tetapi berjuang dengan berkarya itu juga dinamakan berjuang. Berpikir bagaimana kita ikut serta berkarya untuk negara. Kita yang tidak bisa ikut berperang sebagai TNI yang tangguh, berjuanglah melalui tulisan yang berkualitas dan berkarakter itu lebih dari cukup. Berkarya dengan buku bisa agar bisa menginspirasi pemuda pemudi agar bangkit dan maju untuk lebih baik itu lebih berharga daripada diam tak ada hasil. Karya anak muda yang sukses melalui buku akan menjadi contoh teladan bagi yang membaca dan secara tidak langsung menjadi inspirasi baginya agar bisa bermimpi. Mimpi itu penting, mimpi adalah cita – cita yang perlu diwujudkan. Mimpi terwujud dengan semangat dalam berkarya serta disertai doa. Pengalaman mengajarkan sebagaimana kita untuk bersabar dan terus berlatih untuk bisa berkarya lebih baik bagi bangsa dan negara.

Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 30 Maret duapuluh tujuh tahun silam bernama Retno Laksono . Beralamat di Desa Kembaran Wetan  Kec. Kaligondang Kab. Purbalingga – Jawa Tengah, sekarang aktivitas saya bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi di daerah. Meskipun berkutat dengan konstruksi kecintaan saya pada menulis tak membuat saya mundur untuk ikut membantu kejayaan Indonesia dalam menulis. Sekarang mulai aktif ikut grup menulis bersama teman-teman penulis lainnya. berjuang tak hanya memakai otot, menulispun ikut berjuang mencerdaskan pemuda (konteks positif). anda bisa menghubungi saya melalui akun facebok https://www.facebook.com/re.laksono , melalui twitter @RELaksono atau email di re.namine@gmail.com

Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia Dalam Gotong Royong

Posted on Updated on

Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia”

Gotong Royong

Ketika manusia dihadapkan pada masalah jiwa serta akal dan tindakan akan mengikuti, selebihnya menjadi ahir dari sebuah jawaban. Leluhur mengajarkan kita bahwa hidup itu tidak lepas dari orang lain. Bayang-bayang nenek moyang akan hal bekerja sama dalam bekerja tercermin dalam mereka mengarungi lautan lepas untuk menghasilkan tangkapan ikan yang akan dibawa pulang nanti selepas sandar jangkar. Bahaya menghadang, lautan tak kenal sahabat, angin menerjang setiap yang akan datang. Tak ada rintangan untuk menghalau selain untuk melawannya. Sesulit apapun itu nenek moyang mengajarkan untuk saling membantu dalam menghadapi keadaan yang sulit.

Mahakarya Indonesia itulah yang disebut gotong royong. Gotong dalam membawa beban, saling membantu dan bekerja sama menyelesaikan pekerjaan. Ibu pertiwi hadir dengan sejuta manfaat yang mengandung intisari untuk anak cucunya agar mereka tau apa itu hasil bumi yang kaya raya, selain jiwa indonesia yang terkenal membumi, ramah dan arif menjadikan kita menjadi madani yang lebih baik.

Indonesia diluar negeri terkenal dengan ramah tamah, berbudi pekerti serta kulinernya. Julukan lain datang dengan nama dan arti tak kalah indah ia bernama gotong royong. Hidup berdampingan satu sama lain mengajarkan banyak hal. Ibu dengan kelembutan hatinya sebagai guru dalam keluarga memberikan tauladan yang baik mengajarkan akan menghormati dan peduli kepada orang lain yang membutuhkan. Jiwa indonesia tidak lepas dari rasa empati dan simpati, melihat orang tidak berdaya membawanya pada naluri untuk peduli. Mengulurkan tangan lalu disambutnya dengan ketekadan untuk menerima dan memapahnya hingga bisa berdiri lagi. Ayah dengan tangannya yang kuat memberikan contoh pada anaknya bahwa laki-laki itu harus bisa memikul beban untuk keluarganya. Harus bisa membawa keluarganya makmur lahir dan batin. Kekuatan alam memberikan cukup untuk jiwa indonesia yang membutuhkan.

Bahwa nilai-nilai luhur gotong royong sebagai suatu mahakarya indonesia telah bergeser dari nilai yang sebenarnya. Gotong royong yang semestinya mempunyai peranan penting dalam jiwa indonesia sebagai warisan nenek moyang yang tak akan punah hilang sekarang menjadi berbeda arti setelah masa modernisasi, terlebih kehidupan sosial kita berada di perkotaan.

Gotong royong seharusnya memiliki arti bersama-sama saling membantu tanpa pamrih demi mencapai tujuan bersama. Sekarang nilai gotong royong dinilai dengan upah, setiap kali kebutuhan akan bantuan orang lain nilai rupiah akan mengikuti. Nilai sosialnya menjadi arti yang lain.

Diperkotaan nilai gotong-royong ini sangat berbeda dengan gotong-royong di pedesaan, karena di perkotaan segala sesuatu sudah banyak dipengaruhi oleh materi dan sistem upah, sehingga akan diperhitungkan untung ruginya dalam melakukan gotong-royong, sedangkan di pedesaan gotong-royong belum banyak dipengaruhi oleh materi dan sistem upah sehingga kegiatan gotong-royong diperlakukan sebagai suatu solidaritas antar sesama dalam satu kesatuan wilayah atau kekerabatan.

Kita sebagai anak cucu wajib melestarikan warisan leluhur nenek moyang sebagai sebuah mahakarya indonesia. Bukan hanya sebatas memperhatikan, akan tetapi melestarikan yang telah ada sejak dulu sesuai dengan makna dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Masa nenek moyang dengan era sekarang sangat jauh berbeda. Tumpang tindih kepentingan dan hak yang selalu maju berbarengan memberikan kesulitan kepada kita untuk melaksanakannya. Cinta selalu berada di tengah-tengahnya menyisipkan rindu yang terwakili oleh syarat makna.

Mahakarya indonesia sangat indah, nilai nilai luhur gotong royong memberikan pelajaran bahwa hidup itu berdampingan, sosial tolong menolong. Keluarga menjadi dasar pelajaran gotong royong dalam lingkup kecil. Mendasari diri kita agar lebih mengerti dan peka terhadap alam sekitar dan lingkungan.

salah satu kegiatan yang saya pantau ketika sedang melakukan perjalanan menuju rumah kerabat. yang menggambarkan bahwa gotong royong masih menjadi jiwa dan budaya di daerahnya, dan saya yakin karena sempat berbincang dengan mereka.

warga guyub gotong royong meapikan jalan
warga guyub gotong royong meapikan jalan
warga gotong royong membuat selokan air dengan menggunakan bis beton
warga gotong royong membuat selokan air dengan menggunakan bis beton
salah satu kegiatan masyarakat desa kedarpan dalam membuat jalan tani di desanya
salah satu kegiatan masyarakat desa kedarpan, purbalingga dalam membuat jalan tani di desanya

Pecundang Sejati

Posted on

Suara itu terpekik ditelingaku
Semakin nyata.,.,
Aku tak tega membayangkan
Kalbu itu masih rapuh
Meskipun sudah menggumpal
Ibu,….
Benar katamu..
Berbagi itu indah..
Nikmat itu terus mengalir dalam alur yang tak pasti
Ku yakini itu Ibu.
Pecundang itupun akhirnya tertawa
Misi berhasil meskipun sepenggal kisah para pecundang sejati dalam mencari lembaran uang
Penghidupan yang layak bagi keluarganya, caranya kurang cantik.
Selalu dan selalu.

notes : berbagi itu indah *positif

Yogyakarta

Posted on Updated on

Untuk saat ini pilihan menjadi sangat pelik. Trip yang menyenangkan meskipun dengan dana yang pas. Itu semua tidak menjadi masalah.

Untuk beberapa saat saya sudah bisa menikmati udara malam kota Jogja. Untuk beberapa lama aku telah kembali menginjakkan di bumi kesultanan Ngayogyakarto. Meski malam telah menggelayut kelam tapi kisah ini akan terus berjalan. Pukul 10 malam di Pemberhentian terakhir Kereta, Stasiun Lempuyangan. Diteruskan Jl. Hayam Wuruk mamping sebuah warung lesehan di pinggiran jalan. Lagi –  lagi ayam, tidak terjadi kekhawatiran namun sudah menjadi kebiasaan. Yang penting kemakmuran diri bisa tercapai. Melewati malam menyusuri Jl. Hayam Wuruk ngambil jalan pintas menuju Jl. Mataram melintasi jembatan kali code *mungkin.

DSC_0209
Sungai di Jl. Mataram

Baca entri selengkapnya »

Kita Hari Ini ( Patah Hati Cinta Pertama)

Posted on

patah hati

 

Menepikan hati sesaat di sebidang kesabaran yang luas. Inginku seperti itu, namun jalan hidup berkata lain. Hari ini aku merasakan sakit dan sakit. Hati dan perasaan terkoyak, dia telah pergi menjauh mengejar engkau yang baru dalam hidupmu. Sekejap engkau mengenal lebih dan percaya akan cumbu dan rayu. Aku telah kau sisihkan di tepian hati, tegakah kau memilih dia setelah aku mengenalmu, memilikimu meskipun kamu belum halal tapi aku wajar tidak lebih dalam bertindak. Aku sengaja tidak memilih wanita lain sekian lama, hanya ingin tau dan tidak ingin menyakiti setiap wanita yang aku kenal dekat dalam hati. Nyatanya aku telah salah memilih. Aku pikir aku benar dalam bertindak untuk memilihmu untuk jadikan kau ratu di hatiku saat ini.
Baca entri selengkapnya »

Aku Wanita dan Kau Lelaki

Posted on

adam

 

Untuk pertama kali bertemu disaat tepat waktu. Pertama kali cinta itu tumbuh wajar pada saat ranum dan tepat cinta itu tumbuh. Untuk pertama kali mencintanya sebagai seseorang yang utuh tanpa tedenga aling-aling terpisah oleh waktu dan layar fantasi.
Pertemuan itu indah sekali, mengundang cinta penuh gairah. Burung gereja pun ikut bergembira menjadi saksi kita amat bahagia. Serta daun pakis dan albasia jatuh bertaburan, persis dan kubayangkan itu sebagai tetesan embun es es berjatuhan sebuah salju dimusim winter Korea Selatan sana.

Meskipun baru mengenal, pembawaanya, cinta dan tatapan sorotan matanya meyakinkan. Kucoba tuk mencinta pertama tapi kutak bedaya untuk memulai, kutakut kau tak setia. Kamu hanya inginkan perawanku saja.

Karena aku seorang wanita dan kau lelaki. Baca entri selengkapnya »