kereta

Posted on Updated on

img_20161230_213833
dok.pribadi, kereta purwojaya

okk lets read…

sekarang saatnya saya berbagi pengalaman saat naik kereta. sebagai penumpang moda transportasi darat. kereta menjadi salah satu pilihan transportasi yang dipilih untuk bepergian jauh. ketepatan dan keakuratan waktu sampai menjadi nilai plus dibanding dengan transportasi darat lainnya. bus dan travel diantaranya.

yeaaahh, setiap kali perjalanan jauh saya biasa menggunakan kereta jika jarak mencapai ratusan kilometer. karena saya berada di tengah-tengah antara jawa bagian barat dan timur, kemanapun selalu menjadi sama jaraknya ketika hendak pergi ke arah barat atau timur. banyak pilihan ya teman kalau kita naik kereta. jenis dan nama keretanya pun banyak. jenisnya ada ekonomi, bisnis dan eksekutif. namanya pokoknya banyak. hahahaaaaa…

karena terbiasa naik kereta ekonomi selama ini yang tarifnya murah, alhasil yah ketika naik eksekutif sedikit norak. bhahhaaa

img_20161230_155250
dok. pribadi, Stasiun Purwokerto

rencana liburan jauh hari sudah direncanakan. sebulan sebelumnya sudah cari-cari tiket kereta. tiket bisa di dapat 90 hari sebelum keberangkatan, karena itu ketika saya mencari sebulan sebelumnya tiket hampir habis terjual. semua sudah sold out untuk kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. efek dari akhir tahun sepertinya, karena rencana liburan saya adalah liburan akhir tahun. kalian tau sendiri jika akhir tahun menjadi agenda penting orang kita untuk memilih liburan. tepat dengan natal dan moment tahun baru. semua di borong dari liburan natal dilanjut dengan akhir tahun. alhasil penjualan tiket ludes terjual. rencana turun di stasiun senen, mencari tiket ekonomi. hasil nihil, tiket kereta ekonomi habis terjual. teman menyarankan untuk turun di stasiun gambir. sesuai konsekuensi jika turun di gambir, kereta eksekutiflah yang turun di peron itu. Mau tidak mau, kereta eksekutif saya pilih untuk transportasi ke jakarta.

sedikit perdebatan hadir ketika saya memilih tanggal tiba di jakarta tanggal 31 jam 9 malam. mereka menyarankan jika harus menjemput pada jam tersebut jalanan pasti macet. semua sudah keluar dari pintu rumah dan kost mereka untuk menyambut tahun baru. pada turun dan berkumpul di tempat keramaian hingga tengah malam

saat moment pergantian tahun. kembang api sebagai simbol tengah malam menuju tanggal satu selalu di nyalakan. itulah moment dimana semua orang menantikan hal tersebut. Sedikit berkorban, hari sabtu harusnya masuk kerja alhasil saya harus ij

in libur. tidak apa apa, setahun sekali boleh lah ya…

tanggal 30 sore saya pilih kereta untuk ke jakarta Purwojaya 57, lalu memesan sekalian untuk tiket pulang tangal satu malam jam 10 dengan kereta purwojaya 58. saya memilih kereta karena  Purwojaya 57 berangkat jam 4 sore dengan perkiraan tiba di stasiun gambir jam 10 malam. perjalanan dengan kereta si biasa saja ya, sudah beberapa kali saya naik kereta. ada sedikit perbedaan kereta yang saya naiki ketika dulu dengan sekarang. Yang dulu saya naiki ekonomi dengan jenis kursi yang biasa. hanya  berbalut karet jok biasa terkesan agak keras, kini duduk di kursi yang berbalut beludru yang empuk dan nyaman.

img_20161230_160026

Punggungku nyaman bersandar pada jok yang empuk, tapi berasa ketinggian. Kulirik sebelahku, seorang lelaki berkulit putih. Setelah mengobrol panjang ternyata dia sudah lama menetap di jakarta. Orang tuanya asli patikraja, selama seminggu ia berkunjung ke tempat saudara yang dititipi rumah lama orang tuanya yang di tinggal ke jakarta.

Ku lihat dia sibuk mondar mandir ke toilet, lalu duduk dan bersandar. Tampak kebingungan, entah apa yang sedang dipikirkannya. Saya sendiri dari tadi sibuk mencari tuas kursi agar senderan pada kursi bisa turun ke belakang dan bisa untuk rebahan lebih nyaman. Tangan ampe merah dan pegel menarik handle yang ada di sandaran tangan bagian depan. Memang terlihat tulisan push , tapi saat di dorong terasa keras dan tidak bergerak sama sekali. Ku lirik ke belakang, pura-pura nengok dan memandang sekitar. Nenek nenek muda dengan anak kecil dengan enak dan santainya bersandar pada kursi yang sudah turun sandaranya.

Sebagai anak muda gengsi untuk tanya bagaimana caranya. Terkesan sedikit norak dan kampungan, karena tidak bisa menurunkan senderan kursi. Saya sempet emosi karena tuasny tidak ketemu ketika saya cari. Salah satu caranya adalah browsing, key word sudah diketik dan sesuai. Namun tidak ada satupun artikel yang menunjukkan bagaimana cara menurunkan sandaran kursi kereta eksekutif. Semua artikel berisi mengenai deskripsi dan tata letak kursi kereta eksekutif dan ekonomi. Mulai dari bentuk dan jumlah kursi yang digunakan.

Selancar di internet tidak ketemu, saya teringat pada teman yang pada waktu itu ke malang menggunakan kereta eksekutif. Aku kirim lah pesan ke dia, menanyatakan dimana tuas itu berada. bhahaaaa… taarraaaaaaa… belaga dia tau pas ke malang. Nyatanya lupa dimana tuas itu nempel. ckckkkk…. Oke dia tidak tau, sekarang nanya ke temen satunya lagi. Dia lebih parah, dia tidak tau apa-apa yang penting duduk dan merem tidur. ZZssssss…..

Baiklah sembari gerilnya ini tangan pura-pura gerak ke sana kemari, padahal aslinya lagi meraba-raba mencari itu tuas. Ini kesempatanku untuk gerilnya, karena sebelahku lagi ke toilet. Tengoklah liat kanan kiri depan bawah, miring sedikit nengok ke bagian dalam kursi. Bokong miring agak sedikit diangkat. Terlihatlah sebuah besi nongol dengan karet keras membungkusnya. Mungkin ini tuas yang digunakan untuk menurunkan senderan kursi.

Ternyata tuasnya ngumpet di sisi dalam kursi. Begitulah kalau baru pertama kali naik kereta eksekutif. Noraknya gak ketulungan… hahaaaaaaa….

Ahirnya sebelahku duduk kembali setelah sesaat dari toilet. Kita ngobrol banyak hal dan pada point tertentu aku nyela dengan sebuah pertanyaan. Pada pertanyaan tersebut akhirnya tau kalau dia juga tidak tau bagaimana menurunkan senderan kursi. Ternyata dia tidak tau juga dan malu untuk bertanya. Malu kali ya nanya, berasa jarang naik kereta. Haaaaaa….

img_20161230_172455
dok. pribadi , tuas penggerak senderan kursi

Penampakan pintu selatan stasiun gambir jakarta. Ramai orang pada bepergian.

img_20161230_214018
dok. pribadi

satu hal yakni ketika kamu naik kereta eksekutif, kamu akan dapat selimut gratis tanpa sewa untuk dipakai ketika kamu kedinginan. Pastinya selimut akan dibagikan kalau kamu melakukan perjalanan pada malam hari. Perlu di ingat jika kamu hendak turun di stasiun tujuan, selimutnya jangan kamu bawa turun, karena itu selimut fasilitas kereta eksekutif. Bukan selimut gratis untuk kamu bawa pulang.

img_20170103_031454
dok.pribadi, penampakan selimut di kereta ketika perjalanan pulang.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s