Yang Muda Bukan Berarti Tak Bisa Berkarya

Posted on Updated on

#yang muda yang berkarya

nulisdankopi

Rakyat kini sudah dimudahkan dengan berbagai fasilitas, mulai dari moda transportasi, telekomunikasi hingga informasi. Terkait dengan itu semua tak lepas dari pendahulu kita para pahlawan yang telah memberikan kemerdekaannya dari genggaman tentara koloni belanda yang sangat kejam. Tua bukan berarti berhenti dalam berjuang memerdekakan negara. Tua tidaklah bisa dianggap remeh dalam berkarya. Sumbangsihnya sangat besar dalam kemajuan negara ini. Ketika informasi sudah bisa didengar dengan mengakses melalui radio pada masa itu, namun hanya beberapa segelitir orang saja yang bisa menikmati kehebatan sebuah kotak yang bisa mengeluarkan suara yang entah dari mana suara itu berasal. Aktifitas menulis informasi pada masanya bisa dikatakan sangat minim, terkait dengan kebebasan dalam berpendapat dan media untuk menuangkan cerita masih sedikit.

Dewasa ini banyak remaja yang terjerumus ke dunia lembah hitam. Pergaulan yang terlalu bebas dan pengawasan orang tua yang lemah, serta pondasi iman yang lemah dari kecil. Kegiatan yang melelahkan untuk diikuti berakhir dengan kerugian fisik dan materi. Semua itu perlu perubahan yang mengarah pada kepedulian dan kreatifitas berkarya

Sekarang saatnyalah kita menunjukan taring kepada orang, bukan hanya sebagai seorang yang berprestasi di bidang sains, olah raga ataupun informatika melainkan dalam menulis. Semua berlomba – lomba menjadi yang terbaik, yang terdepan dan tertinggi. Mereka tidak salah dengan pemikiran yang demikian, bukankah hak orang untuk memilih itu masih berlaku sejauh itu di dalam aturan yang benar. Hak asasi manusia berlaku penuh pada demokrasi ini, perlindungan terhadap kelangsungan hidup manusia ditanggung ketika terampasnya hak asasi.

Tancapkan ide – ide kalian di tulisan, biarkanlah itu menjadi bagian dari hidup. Catatan hidup yang tak akan hilang selagi masih tertulis jelas dilembaran buku. Sudah dari dahulu bahwa buku merupakan jendela dunia. Dari buku kita bisa melihat belahan dunia melalui selembar kertas tanpa harus berkunjung ke daerah tersebut. Melalui buku pengetahuan bisa didapat dengan mudah tanpa harus bertanya kesana kemari. Carilah sisi positif dari buku yang dibaca, dimana manfaat itu akan berguna bila kamu mengaplikasikannya dikehidupan.

Berkarya tidak hanya sebatas bekerja dengan mendapat penghargaan sebagai karyawan teladan. Bukan juga menjuari kejuaraan nasional dan dunia. Berjuang lewat menulis juga merupakan berkarya. Selagi muda jiwa dan pikiran masih kuat, menjadi penopang yang sudah tua renta. Ide pikiran dan kreatifitas masih segar untuk diutarakan. Tidak sebatas omongan yang tak jelas akhirnya, menulis menjadi sebuah pilihan yang tidak buruk bukan? Persolan bisa menjadi mudah dengan adanya menulis, semua bisa dituangkan kedalam catatan pribadi ataupun blog.

Buku sudah membuktikan, dimana setiap sejarah ataupun peristiwa penting yang terjadi di negara ini akan menjadi sebuah sejarah yang nantinya akan didengar dan dibaca oleh anak cucu kita. Penulis berperan penting dalam menyusun peristiwa – peristiwa terdahulu agar nanti tidak terlupakan atau dilupakan sesaat peristiwa itu telah lama terjadi. Sejatinya pekerjaan menulis bukanlah pekerjaan yang rendah, terlebih jika kita mampu menunjukkan prestasi kita dalam menulis. Menulis bukanlah hal yang sulit, banyak beranggapan bahwa menulis merupakan hal yang membosankan, tidak ada uangnya bahkan hanya buang – buang waktu saja. Ada sisi positif dari kita menulis yakni keinginan untuk bercerita lebih mudah pada mereka yang tidak terbiasa curhat tentang perasaanya kepada orang lain entah sedih ataupun senang.

Saatnya kita yang muda yang berkarya, meneruskan para pendahulu yang telah berjuang untuk kita saat ini merdeka dari penjajah dan koloninya. Semangat kalian perlu dipupuk agar tidak hilang. Berjuang tidak hanya mengedepankan tenaga dan otot, tetapi berjuang dengan berkarya itu juga dinamakan berjuang. Berpikir bagaimana kita ikut serta berkarya untuk negara. Kita yang tidak bisa ikut berperang sebagai TNI yang tangguh, berjuanglah melalui tulisan yang berkualitas dan berkarakter itu lebih dari cukup. Berkarya dengan buku bisa agar bisa menginspirasi pemuda pemudi agar bangkit dan maju untuk lebih baik itu lebih berharga daripada diam tak ada hasil. Karya anak muda yang sukses melalui buku akan menjadi contoh teladan bagi yang membaca dan secara tidak langsung menjadi inspirasi baginya agar bisa bermimpi. Mimpi itu penting, mimpi adalah cita – cita yang perlu diwujudkan. Mimpi terwujud dengan semangat dalam berkarya serta disertai doa. Pengalaman mengajarkan sebagaimana kita untuk bersabar dan terus berlatih untuk bisa berkarya lebih baik bagi bangsa dan negara.

Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 30 Maret duapuluh tujuh tahun silam bernama Retno Laksono . Beralamat di Desa Kembaran Wetan  Kec. Kaligondang Kab. Purbalingga – Jawa Tengah, sekarang aktivitas saya bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi di daerah. Meskipun berkutat dengan konstruksi kecintaan saya pada menulis tak membuat saya mundur untuk ikut membantu kejayaan Indonesia dalam menulis. Sekarang mulai aktif ikut grup menulis bersama teman-teman penulis lainnya. berjuang tak hanya memakai otot, menulispun ikut berjuang mencerdaskan pemuda (konteks positif). anda bisa menghubungi saya melalui akun facebok https://www.facebook.com/re.laksono , melalui twitter @RELaksono atau email di re.namine@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s