Pecundang Sejati

Posted on

Suara itu terpekik ditelingaku
Semakin nyata.,.,
Aku tak tega membayangkan
Kalbu itu masih rapuh
Meskipun sudah menggumpal
Ibu,….
Benar katamu..
Berbagi itu indah..
Nikmat itu terus mengalir dalam alur yang tak pasti
Ku yakini itu Ibu.
Pecundang itupun akhirnya tertawa
Misi berhasil meskipun sepenggal kisah para pecundang sejati dalam mencari lembaran uang
Penghidupan yang layak bagi keluarganya, caranya kurang cantik.
Selalu dan selalu.

notes : berbagi itu indah *positif

Iklan

2 thoughts on “Pecundang Sejati

    kharis said:
    Oktober 19, 2014 pukul 2:25 am

    Ayolah rajin menulis kembali dan di rawat blognya, bukan pecundang sejati kan?

    salam kenal Kak Relaksono

      relaksono responded:
      Oktober 20, 2014 pukul 1:45 am

      wkwkwk,,. iyeee,, bentar lagi ye,.,malahan lg suka baca nie. jadi nulisnya terlantar. salam kenal juga kharis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s