Yogyakarta

Posted on Updated on

Untuk saat ini pilihan menjadi sangat pelik. Trip yang menyenangkan meskipun dengan dana yang pas. Itu semua tidak menjadi masalah.

Untuk beberapa saat saya sudah bisa menikmati udara malam kota Jogja. Untuk beberapa lama aku telah kembali menginjakkan di bumi kesultanan Ngayogyakarto. Meski malam telah menggelayut kelam tapi kisah ini akan terus berjalan. Pukul 10 malam di Pemberhentian terakhir Kereta, Stasiun Lempuyangan. Diteruskan Jl. Hayam Wuruk mamping sebuah warung lesehan di pinggiran jalan. Lagi –  lagi ayam, tidak terjadi kekhawatiran namun sudah menjadi kebiasaan. Yang penting kemakmuran diri bisa tercapai. Melewati malam menyusuri Jl. Hayam Wuruk ngambil jalan pintas menuju Jl. Mataram melintasi jembatan kali code *mungkin.

DSC_0209
Sungai di Jl. Mataram

Lampunya menerangi pinggiran sungai, bias airnya indah terpancarkan karena lampu yang terpasang. Diteruskan berjalan menyusuri trotoar jalanan jogja yang menawan dimalam hari. Tengah malam ini sampai di jalan Malioboro. Seteguk keriangan menyebar seluruh badan, memberikan energi yang sudah limit terakhir. Hidup itu perjuangan, seperti perjuanganku sampai di sini. Banyak hal yang perlu di tinggalkan untuk refresh otak yang hampir meledak dijejali dengan berbagai tantangan kerja dan hidup. Ruwet untuk disambung jadi satu sebuah cerita yang panjang. Butuh benang merah untuk menyambungnya.

DSC_0258
Duo kampret tersesat di malioboro tengah malam buta.

Bagi anda yang menginginkan liburan di week end ini, jangan harap dapat kamar cepat dan murah di malam hari. semua sudah full booking. Tips bagi anda yg datang di malam hari nyari kamar untuk semalam merebahkan badan yg lelah dan mandi di pagi hari. Jalanlah anda di Jl. Sosrowijayan,. niscaya anda akan melihat tulisan full booking. Tak lama kemudian akan ada tukang becak yg menawarkan kamar, itu karena tampang-tampang anda yg menunjukkan seorang pelancong dari luar. Pintar pintarlah anda menawar. Kalopun anda tidak mendapat kamar atau memutuskan untuk nggembel, istirahatlah anda di emperan toko sepanjang malioboro beralaskan tikar berbantalkan tas dan berselimutkan sarung. Paginya sholat subuh di masjid dan mandi pagi. Indahnya liburan terasa sampai hari ini.

Riuh renyah suara obrolan yang mengalun riang di trotoar jalanan Malioboro. Canda tawa remaja malam itu mewakili keceriaan anak – anak yang terenggut kebahagiaanya karen hidup tak sejalan dengan keinginan. Anak – anak yang malam itu tidak melewatkan malam yang panjang untuk duduk bersama menghabiskan waktu malam jogja yang harus disibukkan dengan tugas dan berkutat dengan buku – buku tebal.

DSC_0268
Potret anak ganteng dari Desa

Raut wajah yang layu, lelah terbakar emosi jiwa tak menyurutkannya untuk terus melangkah menyusuri jalanan kota Jogja ditengah malam. Eksotisme wisata malam memang lebih menggoda dengan pancaran sinar lampu yang warna-warni dibanding dengan pancaran terik sinar matahari yang menyengat gelap.

DSC_0290
serabi legenda solo nampang di jogja

Ternyata tak hanya di kota asalnya saja, serabi Notosuman nampang di jogja. Pagi ini sudah buka, namun urung aku masuk kedalamnya. Rasa dan kualitasnya mungkin sama. **belum pernah juga makan serabi yang satu ini.

DSC_0311
none none jogja mau ke pasar
DSC_0312
kakeknya gaul, pakai sepatu roda dan pasang earphone,.,wuihhh
DSC_0303
foto berani sama bulee prancis

Ke jogja tidak foto dengan bule, serasa tidak afdol kalau ketemu dengan bule di depan kita. Mulut ini gatel mau ngobrol minta take foto untuk beberapa saat. Sempat mamakai bahasa isyarat saat talk to talk karena perbedaan bahasa tingkat tinggi yang aku pakai. Alhasil mereka sempat kebingungan. Tapi itu tidak jadi alasan, berbekal kamera DLSR yang baru, 2 kali jepretan berhasil mendarat di kameraku. Thank para miss bule udah mau foto bareng aku. “Matur suwun nggih…..”

DSC_0387
cewek cantik hinggap di depanku

minggu yang cerah ini mba-mba manis jogja keluar dari peradabannya untuk mencari hiburan sehari ini untuk mendapatkan keceriaan lebih untuk menghadapi eksistensi hari esok yang dipadatkan dengan aktifitasnya di kampus. Malu-malu kucing, sapaanku mental masuk mangkok es campur duren. Senyum simpulnya yang menjawab semua itu.

Sebagai seorang muslim tak lupa kita menghadap sang Ilahi rabbi untuk beribadah kepadaNYA. Meluangkan waktu sejenak untuk akhirat itu lebih baik karena waktu dunia itu masih panjang untuk dijalani saat ini. Tak ada salahnya mampir ke Masjid Kauman ( Masjid Gede Jogja ). MenghadapNYA bersyukur atas berkah selama ini sebagai penutup keliling kota jogja dan malioboro sebelum goes pulang ke rumah.

DSC_0323
Doa penutup di Masjid Kauman / gede
Iklan

2 thoughts on “Yogyakarta

    Oddie said:
    September 4, 2014 pukul 6:18 pm

    Yogya memang nggak ada matinya.
    Makin sering dikunjungi, makin sering pula minta didatengin lagi hehehe

      relaksono responded:
      September 8, 2014 pukul 4:15 am

      Bangggedd mas oddie,., begitulah yogya. sesuai dengan apa yang anda rasakan,., haheeyy,.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s