Kita Hari Ini ( Patah Hati Cinta Pertama)

Posted on

patah hati

 

Menepikan hati sesaat di sebidang kesabaran yang luas. Inginku seperti itu, namun jalan hidup berkata lain. Hari ini aku merasakan sakit dan sakit. Hati dan perasaan terkoyak, dia telah pergi menjauh mengejar engkau yang baru dalam hidupmu. Sekejap engkau mengenal lebih dan percaya akan cumbu dan rayu. Aku telah kau sisihkan di tepian hati, tegakah kau memilih dia setelah aku mengenalmu, memilikimu meskipun kamu belum halal tapi aku wajar tidak lebih dalam bertindak. Aku sengaja tidak memilih wanita lain sekian lama, hanya ingin tau dan tidak ingin menyakiti setiap wanita yang aku kenal dekat dalam hati. Nyatanya aku telah salah memilih. Aku pikir aku benar dalam bertindak untuk memilihmu untuk jadikan kau ratu di hatiku saat ini.

Pilihan itu sangat sulit untuk aku buat tatkala engkau terus mendekat perlahan membunuh perasaanku untuk suka kepadamu dewiku.  Padahal saat itu aku telah komit untuk tidak mencintai wanita sampai aku benar – benar aku sadar akan keadaanku. Semua kau yakinkan aku disaat salah, namun kau mencinta akupun takluk dihadapmu dan disaat benar aku suka, kau merebut kepercayaanku bahwa kau telah mendua.

Langitpun bermuram, menghitamkan awannya menegaskan ia sedang berduka. Apakah kamu mengerti apa arti semua itu? dewiku. Siap menurunkan semua kekesalannya, menenggelamkan semua yang ia tak suka ketika ada yang menyakitinya. Aku pun tertawa menanggapi semua yang tertahan di ujung penyesalan. Kamu melemparkan semua keinginanmu seolah kamu benar dan memahami apa yang aku inginkan, padahal itu semua berbalik 180′ dengan kenyataan. Sepihak kamu membuat keputusan tanpa mendengar dan menimbang apa yang akan terjadi setelah itu. Apa kamu memikirkan semua itu sebelum palu keputusan itu kamu ketuk sebanyak 3 kali di depanku.

Hingar bingar di luar pun terasa sepi.

Kecewaku kini berbalut amarah, tak segan untuk meledak jika kau terus berkata tak karuan. Inginku hari ini, jam ini bahkan detik ini turun hujan. Dinginnya membunuh panas hati, segarnya menyehatkan pikiran dan jika itu terjadi itu lebih baik dari pada tidak. Kamu tau mengapa? itu yang aku harapkan, agar aku bisa menahan sedikit kecewaku, luapan amarahku yang tak kau kira. Tapi aku memilih diam, diam bukan aku bodoh, bukan aku tak tahu, bukan karena aku terima keputusanmu. Lebih dari itu, aku tidak ingin kamu melihatku menangis. Sejatinya aku sakit, sedih dan bodoh. Tapi aku mencoba untuk membela, ini bukan salahku kenapa aku yang harus sakit dan kalah.

Meskipun kamu telah terbang dari sangkarku, pergi jauh hinggap di dahan dan menjadi wanita pria lain. Aku tak tahu, aku tetap masih
merasa untukmu. Mungkin kamu tidak tahu, sejauh mana aku melangkah sampai detik ini, aku selalu takut untuk menyakiti hati seorang wanita. Tapi kenyataanya berbalik, disaat aku telah mengerti akan kamu sampai batas teritorial. Kamu menahanku dalam langkah cepatku memeluk erat cintamu.

Kini aku mencoba untuk mengerti,
jika aku bukan tipe kamu
jika aku tidak cocok untuk kamu
sesungguhnya aku sudah berubah
bahkan aku sudah tidak perhatian
*menyimpulkan dari sudut pandang kamu sebagai wanita.

aku menunggu wanita yang tidak mau diajak bergandengan tangan sebelum halal untukku.

Sesungguhnya kita di pertemukan pasangan yang salah sebelum ditakdirkan menemukan yang benar.

Iklan

6 thoughts on “Kita Hari Ini ( Patah Hati Cinta Pertama)

    cristina said:
    September 27, 2013 pukul 9:04 am

    wahhhhhhhhhhhh bagus 😉

      relaksono responded:
      September 27, 2013 pukul 9:14 am

      hhh,, makasihhh,, itu special buat T0o ROo ,. 😀

    asih_cute said:
    Oktober 22, 2013 pukul 7:33 am

    lumayan si, imajinasimu bagus & mampu dituangkan lwt tulisan
    tp ada bbrp kalimat yg susah dipahami, trlalu bnyak arti kiasan jg. (nggo akeh2 si ya mas wkwkwkwk) mungkin krna imajinasimu yg kelewat tinggi yah, haaaaaa.
    tp it’s oke lah namanya jg belajar, aq sndiri be ga bisa 😀
    LANJUTKAN!!!

      relaksono responded:
      Oktober 22, 2013 pukul 9:00 am

      hheee, thanks itu semua lg belajar :D, tahap demi tahap , proses itu lebih baik dari pada instan. manisnya terasa,. 🙂

    satrio adhi nugroho said:
    Desember 30, 2013 pukul 12:40 am

    bagus banget!!!!

    kalimat nya mantap dah.

      relaksono responded:
      Desember 30, 2013 pukul 7:37 am

      wahhh., makasih banget atas komentarnya. masih perlu di asah lagi beroo. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s