Aku Wanita dan Kau Lelaki

Posted on

adam

 

Untuk pertama kali bertemu disaat tepat waktu. Pertama kali cinta itu tumbuh wajar pada saat ranum dan tepat cinta itu tumbuh. Untuk pertama kali mencintanya sebagai seseorang yang utuh tanpa tedenga aling-aling terpisah oleh waktu dan layar fantasi.
Pertemuan itu indah sekali, mengundang cinta penuh gairah. Burung gereja pun ikut bergembira menjadi saksi kita amat bahagia. Serta daun pakis dan albasia jatuh bertaburan, persis dan kubayangkan itu sebagai tetesan embun es es berjatuhan sebuah salju dimusim winter Korea Selatan sana.

Meskipun baru mengenal, pembawaanya, cinta dan tatapan sorotan matanya meyakinkan. Kucoba tuk mencinta pertama tapi kutak bedaya untuk memulai, kutakut kau tak setia. Kamu hanya inginkan perawanku saja.

Karena aku seorang wanita dan kau lelaki.

Masih ingat jelas raut mukanya. garis wajahnya yang mengurat kelelahan, mengiba untuk dibelaskasihani. Ribuan kilo ditempuhnya hanya untuk satu kata. Lebih dari indah untuk dibicarakan namun sangat unik untuk dirasakan. Cinta itu menuntut lebih dari aku..laki-laki itu tak mengiba untuk meminta tapi aku bisa merasakan ia sedang meminta. Namun ini belum waktunya, Aku masih perawan. Namun kalo bukan itu aku rela berikan. Rangkaian katanya pintar sekali, padahal dia bukan seorang puitis apalagi pujangga. Kali ini dia romantis tapi bukan kaya artis yang hanya akting belaka. Yang dia katakan membangkitkan gelora kamasutra. Aku mencoba untuk menghindar agak jauh, tak sanggup menolak untuk mendengarnya. Dia sangat menggoda tak sanggup mengalihkan pandanganku sejenak ke yang lain. Bau keringatnya manly..khas seorang pejantan. Uhhh….aku lupa kalau aku masih perawan.

Sekarang musim gugur,.daun duku itu berjatuhan tanpa henti, tanpa detik terus berjatuhan. Tak sanggup lagi untuk menahan laju arus angin yang terus berhembus mengacau. Rancauan burung saling bersahut mengisyaratkan memanggil hasrat untuk berjumpa. Mungkin sekarang jaman telah canggih, cinta itu saja bisa tumbuh melalui udara, layar lcd, bahkan ponsel. Apakah itu bisa dikatakan cinta, kenal saja belum. Apakah hukum cinta ” love at the first sight” berlaku dalam kasus cinta layar LCD?.

2 tahun yang lalu menjadi bukti dan saksi cinta tanpa mengenal batas dan waktu. Meskipun jauh berkilo-kilo meter jauhnya di sana, cinta itu akan tumbuh dengan mekarnya. Meskipun jarak memisahkan, kemesraan itu makin intens. Seperti burung kolibri yang tak mengenal lelah untuk migrasi ke daerah yang amat jauh, menembus negara dab benua serta awan bahkan menyeberangi lautan samudera lepas. Itu dilakukannya hanya untuk musim kawin. Memperbanyak diri. Apakah kita yang bisa melewatinya tanpa bersusah payah tanpa berhenti terbang di lautan lepas seperti kolibri itu kita akan menyerah begitu saja. Cinta itu butuh dijemput, pengorbanan dan perhatian.

Sofa merah maroon ini jadi saksi betapa bejadnya laki-laki itu memporak-porandakan singgasana kesucian dan kehormatanku. Bantal sandaran itu enggan berkomentar dan berteriak agar dia mau mengampuni wanita yang masih kuncup itu untuk dilepaskan dari genggamannya

Kuncupku telah hancur. Remuk berantakan. Tidak suci lagi. akhirnya keperawanan sebagai sebuah tanda kehormatan sebagai seorang wanita sudah tidak ada artinya lagi. Semuanya terenggut tanpa bekas. Harum wangi itu kini berubah jadi anyir. Tidak sesegar kelopak yang masih kuncup tanpa sentuhan.

Rona wajahnya bahagia, namun disisi lain bahagia itu berselimut penyesalan yang terdalam. Selaput kehormatannya telah robek oleh laki-laki tangguh. Keperkasaanya membuat aku luluh lantah tak berdaya. Kesombongan dirinya serta dadanya yang bidang telah menggoda imanku sebagai seorang wanita. Belaian tangan serta lembut tuturnya melambungkan daun waru itu terbang dihempas angin surgawi yang menyesatkan.

 

Iklan

2 thoughts on “Aku Wanita dan Kau Lelaki

    marfani said:
    September 11, 2013 pukul 10:11 am

    hmm like bg

      relaksono responded:
      September 20, 2013 pukul 8:34 am

      terima kasihh,. semoga kamu tidak melepaskan perawanmu sesuka kamu. jaga baek-baek yahh,. #makjleb 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s