Filosofi Metamorfosa Kupu – Kupu

Posted on

kupu-kupu
****———————————————————***
Ribuan detik, ratusan menit bahkan puluhan jam telah kita lewati. Semua terlewati begitu saja, tanpa ada sedikitpun yang tersisa untuk berhenti sejenak mengingatkan kita untuk merenungkan apa yang telah terjadi sedetik yang lalu. Detik itu terus berjalan tanpa menoleh ke belakang, tanpa ada halangan untuk dirinya berhenti sejenak karena lelah. Berputar terus menerus mendampingi kita dalam aktifitas sehari-hari. Tanpa detik itulah semua agenda kegiatan akan berantakan tanpa ada manajemen waktu yang eksplisit.Berubahlah, sebelum kamu terlambat. Perubahan itu perlu, mulailah dari yang kamu tahu. Sedikit demi sedikit akan kamu lakukan itu menuju seperti yang kamu mau. Meskipun itu sulit dan membuatmu jengah bahkan menolak. Namun hasil akhir itu akan membuatmu terperangah. Ada sedikit kebahagiaan meskipun tidak seperti yang kau harapkan. Setidaknya kamu sudah melakukan itu, dan itu mengalami perubahan
meskipun tidak signifikan. Satu langkah lebih maju dari pada stagnan pada satu tempat. “air akan keruh jika ia menggenang, dan akan terlihat jernih jika ia mengalir”. Salah satu kata mutiara yang membekas dan menjadikan acuan dalam menentukan sikap dan tujuan.Sebaik apapun kamu dalam bertindak. Citra itu sudah melekat didiri kamu. Jahat, arogan dan kriminal. Rasa rasanya kata kata itu sudah terukir di wajahnya. Setiap melihatnya hanya ada sisi negatifnya saja. Track recordnya nomor wahid. Semua orang tak percaya atas taubat yang dilakukannya. Penyesalan itu meringkuk di sudut hatinya.

Penyesalan itu membuatnya betah untuk membuat hidupnya lebih baik dari yang telah lalu.

Mulailah kamu seperti Kupu-Kupu,., dimana setiap fase kamu lalui akan bermakna dalam hidup. Kupu-kupu tidak akan menjadi indah untuk terlihat jika tidak mengalami proses yang panjang. Proses kamu menjadi orang baik itu sulit untuk orang lain percaya. Setelah pencitraan dirimu yang tidak baik telah melekat padamu. Ibarat kamu sepeterti ulat bulu yang jelek, membuat orang lain gatal jika menyentuhnya.

Itulah kamu yang dengan sejuta sifat burukmu yang melekat dimata orang. Lalu perlahan ulat itu akan berubah jadi kepompong untuk sekian lama, untuk memproses dirinya untuk berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan menarik untuk terbang di luar sana. Dengan sifat burukmu, contohlah ulat untuk interospeksi diri dengan membungkus dirinya sekian lama, buanglah jauh sifat burukmu selama ini, belajarlah
memahami orang lain, peka terhadap lingkungan. Dalam prosesmu yang panjang dari kepompong, sulit untuk kalian keluar dari tempatmu, bersusah payah untuk terbang mengembara menebar kebahagiaan.

Itulah kamu, setelah belajar untuk lebih baik, baru terasa nikmatnya setelah kamu bersusah payah menerima proses yang panjang itu untuk kamu lebih bersabar dalam menjalani hidup. Hidup itu penuh cobaan, lika-likunya menyesatkan, bersabarlah kamu dalam menerimanya. Manisnya hidup itu kamu yang tentukan.

Ulat bulu itu kini berubah menjadi kupu – kupu yang bebas terbang mengembara dengan penampilan barunya, warna warni memberi kepercayaan lebih untuk percaya diri bahwa ia akan diterima di lingkungan barunya. Menebar kebaikan dan kebajikan kepada sesama. Itulah kamu harus lakukan.

***—————————————————————-*** 🙂
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s