Setangkup wejangan dalam sekeranjang peuyeum

Posted on Updated on

peyem 1

Ada banyak bincang-bincang yang dituangkan dalam forum kecil semalam. Hiduk pikuk dunia pendidikan dengan masalah yang kompleks di dalamnya, ditambah dengan penatnya pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan. Itulah warna-warni dunia perkuliahan kita ( aku dan mereka ), kelas karyawan.

Segala macam pengetahuan yang dituangkan di dalam kelas menambah wawasan yang ada, yang selama ini belum didapatkan di luar. Di awal kita merasakan apa itu sebuah kebebasan yang melenggang, namun semakin jauh kita dalam dan melangkah maju kebebasan itu semakin bersyarat. Ada tendensi itu adalah ujian dalam hidup, jika kita melihat dari sudut pandang kehidupan duniawi. Apakah sama halnya jika kita melihatnya dari sudut pandang pendidikan hang seharusnya kita melangkah jauh untuk sebuah pendidikan. Namun tanpa disadari itu semua kewajiban kita dalam mengunduh sebuah ilmu dan wawasan dibangku kuliah.

Sebuah perbincangan yang akrab dan renyah itu tergambardalam sebuah forum kecil yang terbentuk tanpa sengaja. Emperan ruko menjadi sebuah tempat asyik kita duduk-duduk santai sambil ditemani peuyeum manis oleh-oleh dari bandung. Minumnya dipesan dari angkringan sebelah. Secara eksplisit penukmat wejangan mulai saling terbuka untuk bisa mengeluarkan apa si yang menjadi penghalang dalam kelas yang diikuti. Sesuatu yang menjadi pemicu untuk menjadikannyan bosan, aku dan mereka mengikuti perkuliahan.

Setangkup wejangan dan pengalaman hidup beliaulah yang menjadikannya pembelajaran kita ( aku dan mereka ) dalam menjalani hidup, challenge yang sedang dihadapi. Ada suka menenggelam dalam kebersamaan. Suka dalam keceriaan. Suka dalam suka cita. Mengalun indah dalam kesunyian. Ramah dalam santun bicara. Semuanya lugas dalam bicara santun dalam menyampaikan. Filosofi hidup itu seperti daun yang jatuh dari dahannya, tidak serta merta jatuh di bawahnya namun untuk kemudian terbang terbawa angin dan jatuh ntah dimana. Layaknya hidup itu tidak semua yang terjadi semudah apa yang diangankan. Terkadang ada yang langsung tercapai, akan tetapi pula ada yang harus bersusah payah dulu untuk kemudian memetik kepuasan.

ada pelajaran yang bisa diambil dalam film yang semalam dibicarakan. “life of pi”

Sebenarnya apa si yang didapat dari cerita life of pi. Dia sedang mencari apa alasannya dia bernama pi. Pi itu ada yang berarti air kencing. Arti sebuah nama. Dan ketika pi dihadapkan pada masalah seperti yang dialaminya ketika kapalnya karam dan dia naik sekoci bersama jerapah dan heina. Bagaimana dia bertahan hidup di atas laut yang terombang-ambing tanpa makanan. Setelah satu persatu hewan tersebut dimangsa oleh hewan yang lain lebih kuat dan berkuasa. Tinggallah dia bersama heina, namun untuk sesaat kemudia sang harimau si richard parker datang untuk memangsa heina tersebut untuk bertahan hidup. Bingunglah si pi, dia dihadapkan pada masalah bagaimana dia bertahan padahal satu sekoci dengan richard parker yang ganas. jika dia tidak berpikir, langkah apa selanjutnya untuk bertahan dari richard parker yang dalam angan pi, richard parker itu ganas dan tidak bersahabat. Muncullah ide untuk pi membuat rakit yang dikaitkan dengan tali pada sekoci. Untuk kemudian dia bersahabat dengan richard parker karena untuk survive betahan hidup setelah beberapa hari terombang-ambing di lautan lepas.

Ulasan tadi mengajarkan untuk siap dalam menghadapi masalah apapun itu. Berpikirklah dengan sigap dan keputusan yang tepat. Terlambat sedikit saja, akan merubah sejarah kita. Kita mengikuti yang didepan untuk hal yang baik dan positif. Jika kita bersinergi dan bersimbiosis mutualisme, semuanya akan mudah dalam melewatinya. Akan bisa jalan bersama dan berdampingan tanpa ada rasa cemburu dan curiga.

Kita diajarkan untuk tetap semangat menjalani hidup. Tantangan di depan tidak tahu seberapa besar dan kuat kamu untuk menghadapi. Tetapi kita dilatih untuk siap dan kuat bahwasanya tantangan itu akan datang sewaktu-waktu. Kita diajarkan seperti itu untuk mau diajak berlari, kalaupun tidak mau ya itu terserah mereka. Tidak selamannya keadaan di luaran sana itu statis selalu.

Iklan

6 thoughts on “Setangkup wejangan dalam sekeranjang peuyeum

    Eri Udiyawati said:
    Juli 2, 2013 pukul 8:12 am

    good statement 🙂

      relaksono responded:
      Juli 2, 2013 pukul 8:31 am

      singkat, padat dan jelas,. thanks ery :))

    hidayatmn said:
    Juli 13, 2013 pukul 1:45 am

    creative,.terus menulis 🙂

      relaksono responded:
      Juli 13, 2013 pukul 2:18 am

      thanks sir,., atas apresiasinya,. ada beberapa kalimat yang saya kutip dari perkataan bapak. mohon ijin 🙂

    hidayatmn said:
    Juli 17, 2013 pukul 1:54 am

    sy cma men-trigger saja tetapi apabila hal tsb berguna bagi orang lain membuat merasa menjadi orang yg berguna juga

      relaksono responded:
      Juli 17, 2013 pukul 7:23 am

      Matur suwun, Pengalaman mengajarkan segalanya. Me+ kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s