Rasa

Posted on Updated on

cinta

Ada sedikit menggelinjang dalam rasa, bentuk dan wujudnya tak nampak, namun itu berasa hadir. Sudahkah kau meminta ijin pada yang punya. Ataukah kamu secara diam-diam menyelinap masuk tanpa menyapa. Tanpa menyodorkan proposal untuk aku ijinkan masuk, menyuguhkan wujudmu saja kamu tak mampu. Apalagi untuk mendekat secara nyata. Itu sulit, karena kamu bukanlah sesuatu yang berani untuk terbuka mengungkapkan segalanya secara personal. Itu semua absurd.

Lantas, kenapa kamu melakukan semua itu. Motivasi apa yang membuat kamu melanggar etika yang ada. Seolah peraturan dan moral yang ada di sekitar tak pernah kamu pegang teguh dalam menjalani kehidupan ini. Mungkinkah itu hanya pelengkap saja, tanpa kamu mengilhami apa arti sebuah moral dalam tingkah laku sehari-hari.

Celakanya, kamu melanggar pagar dinding hati milik orang lain. Sebegitukah kau merasakan getaran kasih yang membuatmu tak karuan. Hilang akal sehat. Perlukah kau bala tentara untuk menjagamu agar kau tidak liar seperti ini.

Namun jika hati sudah bicara, logika disalahkan segalanya. Tak ada yang dianggapnya benar. Secara eksplisit dia mengisyaratkan bahwa cinta adalah semangat hidupnya. Pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran diluangkannya hanya untuk mendapatkan cinta. Cinta adalah raja bagi dirinya yang tak bisa diganggu gugat dalam segala urusan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s