Filosofi Kopi ” Kopi Mengakrabkan Teknologi Informasi dengan Konstruksi “

Posted on Updated on

kopi

@Obama Cafe, April 2013.

Seberkas lampu temaran menyamarkan beberapa tulisan yang tertulis didaftar menu yang tersanding apik di meja. Semua menu berbahan dasar KOPI, dari yang tubruk sampai dengan yang blend dengan krim. Dari yang mahal sampai dengan yang murah. Semua hadir dalam satu katalog menu.

“Toraja Tubruk”, kopi yang sudah mendunia, harganyapun, hmmm….. selangit. Hanya untuk secangkir kopi harus merogoh kocek dalam.

Warna hitam pekatnya dalam, namun dibalik semua itu orang menggila. Ada sedikit perbincangan yang mengalun lancar malam itu. Hidup, Pekerjaan, dan Wanita. Hidup akan lebih berwarna jika dihiasi dengan susah dan senang. Tak akan bisa merasakan apa itu manis jika tak merasakan pahitnya susah, begitupun sebaliknya. Ada kecenderungan orang akan mengeluh dengan cepat jika dia mendapati masalah yang menghimpitnya, namun akan lupa bersyukur jika mendapat rezeki yang barokah.

2013-04-06 21.00.54

1 kopi hitam, 1 capucino coffee latte, 1 vanilla coffe latte hadir menemani pembicaraan yang mengalun lancar. Tegukan pertama menghilangkan dahaga. Inspirator handal dalam menuangkan pemikirannya dalam mempengaruhi audience adalah dengan mengeluarkan jurus andalannya dalam berbicara. Tapi kali ini beda, apa yang aku hadapi bukanlah seorang inspirator pada umumnya melainkan hanya seseorang yang berkutat dalam duni Teknnologi Informasi. Yang sama sekali bagi seorang hamba ini masih awam untuk terjun di dalamnya.

Kopi bisa jadi teman yang setia. Pertama dia bisa menemaniku dalam aktivitasku di malam hari yang menuntut untuk selalu melek. Karena intensitasnya itu kita ketemu, kita jadi akrab dalam bercengkerama. Meskipun dia dalam diam, sebenarnya dia mengatakan sesuatu bahwa “aku akan setia jadi temanmu jika kamu menginginkanku lebih baik”.

Satu pendapat, “Minum kopi itu bisa bikin kita bisa lihat lagi”. Nah lho, apa itu.

Bukan karena kita buta dalam arti sebenarnya, melainkan mata bisa seger lagi dan semangat yang tadinya lelah menahan capek. Kedengarannya agak sumbang dalam menerjemahkannya, tapi itulah pendapat orang dalam mengilhami sebuah kopi.

Saat hujan turun membasahi pelataran, kopi jadi pelengkap penghilang rasa dingin yang membeku karena kristal hujan yang turun. #galau tidak berujung karena tak ada teman ngobrol.

Kembali di meja No. 7

@Obama cafe. Ada geliat mencuat untuk mengatakan sesuatu dari mulutnya. Kita beda basic TI vs Konstruksi. Sangat jauh berbeda ilmu. Tapi itulah perbedaan, kalau disandingkan akan menimbulkan rasio yang tidak jelas , jarak yang jauh. Dan tapi itulah kopi, bisa menjadi jembatan untuk mengawali diskusi panjang dunia TI dan Konstruksi. Tidak hanya sebatas start untuk mengawali serta enter untuk mengeksekusi, Tidak juga rangkaian besi beton yang kokoh sebagai penyangga dan cat untuk mewarnai. Tapi jauh di dalamnya ada hasanah yang masih terus digali dan dimengerti. Masih banyak yang harus dipelajari untuk tau lebih dalam dan hangat.

Pisang bakar coklat keju menambah suasana rame tenang, tidak ada hingar bingar musik menghentak keras. Hanya seseruan pembicaraan orang yang mengalun keras karena gelak tawa riang.

Ada risau terlihat di raut mukanya. Kepenatan menutupi kecerian wajahnya. Hidup ini terlalu penat. Buang jauh pergi dari pikiran saat ini. Berbagi kebahagiaan itu indah, memuliakan orang di sekitar kamu itu baik.

Namun kali ini wajahnya masih lusuh, penat bak muka dilipat-lipat. Di tempat inilah ia dapat menyegarkan suasana, share yang bermanfaat untuk bersama tentunya dengan teman secangkir KOPI. Riuh riangnya mengundang hangat keakraban, pertemanan dan kemitraan. Hidup itu saling berbagi, biar orang lain ikut merasakan apa yang selama ini kita lewati itu akan sama halnya dengan yang mereka dapati.

Segenggam semangat telah dipegangnya. Ada semburat kebahagiaan terpancar setelah  pembicaraan yang melenggang renyah nan akrab. Semua beban telah lepas dari pundaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s