Maretku

Posted on Updated on

Maretku berhembus angin yang membawaku pada ranah perasaan yang tak bisa digambarkan. Semula hanya sebuah kata mengawali. Lanjut dengan percakapan yang menggembirakan. Banyak cerita yang dihadirkan diantara kita berdua. Tentang topik yang hangat bahkan tentang kesibukan masing-masing yang menggila.

Saling mengabarkan tentang pagi yang indah menyambut hari yang makin panjang. Memberikan semangat baru yang tak tahu kapan akan ini terus berlanjut. Semua mengalir apa adanya, Lebih dari apa yang kuharapkan. Terpikatku tentang keakraban yang mewarnai hari – hari ini.

Jika bertemu dengannya nanti, tolong kabarkanlah. Agar tidak menjadi pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Bahwa tidak hanya kerisauan yang melintas tetapi semua perihal yang melekat padanya. Karena kita belum saling bertatap.

Maretku yang memberi umur lebih atau berkurang. Menandai riuh pikuk warna warni kehidupan. Hadiah terbaik yang diberikan itu menjadi harapan dan cita – cita. Pintaku muliakanlah mereka sebagaimana mereka memuliakan aku. Tuntunlah hamba ini menjadi lebih baik. Doakan lah yang terbaik. Ini akan menjadi awal yang baik jika saling mengerti dan menghargai.

kereta

Posted on Updated on

img_20161230_213833
dok.pribadi, kereta purwojaya

okk lets read…

sekarang saatnya saya berbagi pengalaman saat naik kereta. sebagai penumpang moda transportasi darat. kereta menjadi salah satu pilihan transportasi yang dipilih untuk bepergian jauh. ketepatan dan keakuratan waktu sampai menjadi nilai plus dibanding dengan transportasi darat lainnya. bus dan travel diantaranya.

yeaaahh, setiap kali perjalanan jauh saya biasa menggunakan kereta jika jarak mencapai ratusan kilometer. karena saya berada di tengah-tengah antara jawa bagian barat dan timur, kemanapun selalu menjadi sama jaraknya ketika hendak pergi ke arah barat atau timur. banyak pilihan ya teman kalau kita naik kereta. jenis dan nama keretanya pun banyak. jenisnya ada ekonomi, bisnis dan eksekutif. namanya pokoknya banyak. hahahaaaaa… Baca entri selengkapnya »

Kesuksesan Yang Mulai Hancur

Posted on Updated on

 

grafik
sumber wartadki.com

Ketika kekalahan sudah menghampiri. Nikmat tuhan mana yang kau akan ingkari. Untuk mengingat tentang yang lalu pun sudah tak pernah untuk dipikirkan. Interospreksi diri mungkin jalan yang baik. Kesalahan apa yang telah diperbuat, hingga kekalahan bertubi – tubi menghampiri. Tentang janji yang telah diucapkan. Tentang ungkapan hati yang telah di keluarkan. Bibir ini menjadi saksi atas ucapanmu.

Bahkan orang lain pun mendengar tentang berita ini. Tidak baik kah jika yang mendengar menagih janji. Setidaknya satu dari sekian janji yang telah kau ucapkan. Untuk para pekerjamu yang telah kamu hidupi, mereka merasa berterima kasih atas jasamu. Untuk dapat menghidupi keluarga dan dirinya sekian tahun. Itu sangat berarti, meskipun terkadang kurang mencukupi. Tapi semua itu buat mereka sangat berharga. Sebagai seorang kepala keluarga sepatutnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga dengan baik.

Acapkali semua kebutuhan belum terpenuhi, memaksa isteri sebagai ibu bagi anak-anak tidak lupa membantu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sang suami. Dari sekian tahun, merka jadi saksi betapahebatnya dia. Dari yang biasa menjadi luar biasa. Sedikit demi sedikit naik menanjak. Tidak dipungkiri dengan bantuan para pekerja ini menjadi sebuah raksasa sebuah usaha yang patut untuk dihargai.
Kini apa yang sedang terlihat. Piramida kesuksesannya hancur sedikit demi sedikit. Banyak orang mencibirnya. Bahkan tidak sedikit keluarganya masa bodoh. Ketidak benaran akan tindakan keputusan yang emosional. Menjadi salah satu penyebab, namun sering kali keputusan itu membuatnya goyah. Sedikit demi sedikit hancur, reruntuhan kesuksesan tunduk oleh keserakahan yang mendunia. Mungkinkah dia mengenali dirinya sendiri saat ini. Ketika kehancuran mulai datang menerpa. Apakah sadar dengan kejadian yang kini datang menimpanya.

Sedikit banyak orang menerka tentang kejadian ini. Sudah waktunya dia menyadarinya. Apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Apakah ada sesuatu yang salah dengan langkah diambil. Dengan satu keputusan yang baik menurutnya, tapi akan mencelakai keputusan yang lain. Bukan saya untuk menggurui atau entah lah. Banyak berpikiran kalau kita itu sedang diuji. Sedang di tagih janji – janjinya yang segunung itu, namun sering kali dia tidak mempedulikan tentang ucapan yang keluar dari mulutnya.

Bukankah sudah banyak orang yang mengingatkan tentang perihal itu. Keputusan yang diambil tidak hanya melukai keputusan yang terbaik. Melainkan menjadi kecelakaan beruntun. Kini hanya tinggal melihat, betapa hebatnya kamu dulu dengan yang sekarang kita lihat. sejengkal tanganmu pun tidak bisa untuk meraih tangan kita sebagai mantan pekerjamu. kebanyakan dari kita menyadari akan lelahnya kamu menghadapi kekalahan yang bertubi-tubi.

Mungkin sekarang kamu masih kuat dengan tubuhmu yang besar. Otot – ototmu yang keras. Masih merasa hebat dalam menghadapi dengan permasalahan yang ada. Satu masalah, selesai. Dua masalah, bisa dihadapi. Tiga masalah, dapat ditangani. Seiring permasalahan itu, kehancuran duniamu perlahan hancur. Kerajaanmu mulai roboh.

Apakah kamu tidak menyadari tentang mereka yang tengah mengharap janji janji mu yang kau ucapkan ketika dulu. Meskipun tidak sepenuh hati mereka berharap setelah tahu keadaanmu sekarang. Banyak orang berceloteh tentangmu. Mereka menebak dengan ide dan argument mereka masing-masing. Tentang kesalahanmu mengambil keputusan, bahkan berimbas dengan usaha yang telah kamu rintis sekian puluh tahun. Hingga saat ini kerja keras itu luntur terkikis angin yang berhembus dari utara. Terhempas oleh tiupan mulut-mulut dengki dari orang-orang yang terkena goresan lukamu.

hadir dengan tergesa gesa

Posted on Updated on

tangan

Dan kaupun hadir tanpa kau minta. Kamu ikhlas tanpa harus kupaksa. Meskipun kamu tak menoleh padaku. Menyapaku pun tidak. Sunyi malam ini mimpikuku lebih indah. Meski untuk sesaat kamu hadir dalam beberapa tarikan nafas. Tapi saya bahagia bisa menemukanmu dalam mimpi malam ini. Sudah sekian lama kamu tidak menyapaku.

Apakah saya harus memulainya atau kah kamu sudah melupakanku.

Bahagiaku ketika kamu menampakkan tubuhmu. Sedihku kamu tak menyapaku dan mulai asyik dengan yang lain. Di keramain mimpi itu aku merasakan kehilangan. Tidak nampak sesuatu yang asyik, apakah itu kamu menoleh tersenyum. Semua hanya harapan biasa saja yang tak menjadi nyata.

Entah kamu melupakan atau sengaja tidak peduli.

Langkahku gontai menujumu. Kamu tak memberiku semangat untuk kau ku kejar

Negeri Kita Indah (Purbalingga)

Posted on Updated on

Hari ini saya membubuhkan sedikit pikiran saya di sini. Semoga ada manfaat yang terkandung dan diterima dengan baik serta bijak. Liburan telah usai dengan cepatnya. Bahkan sedikit dari kalian pasti merasannya. bagi kamu yang tidak punya waktu banyakserta dana yang cukup ada baiknya jalanlah ke sekitar anda untuk menemukan destinasi baru untuk menjadikan diri anda menjadi lebih segar dari dapa sebelumnya. otak dari serangan pikiran yang melanda. badan yang terhinggapi kelelahan. keterpurukan dalam bercinta. ada banyak faktor yang menjadikan kamu menjadi manusia yang hina oleh sesuatu yang membuatmu lelah.

lantas apa yang menjadikan kamu menjadi senang. passion kamu dimana? ambillah dan kerjakan. liburan menjadi salah satu banyak favorit orang dalam meluangkan waktu lebihnya dari pada mengeram di rumah.

ayok sekarang kita mulai dari yang terdekat di daerah kita. tanpa harus ada tiket kereta, pesawat bahkan membutuhkan bahan bakar berliter liter. cukup biaya murah dan elok rupawan.

sekarang ini saya melipir ke pinggiran kota purbalingga. meskipun masih dalam kawasan kabupaten purbalingga. sedikit menjauh dari keramaian kota yang nampak menjengahkan. sedikit picik dengan orang – orangnya yang mulai belagu. menjauh sekitar 20 km k arah timur laut ke kawasan dataran tinggi. memuncaki daerah berkontur naik turun, berdemografi dengan dataran yang tidak biasa dengan pohon tinggi masih nampak terlihat.

meskipun jauh dari kota. jangan salah dengan kecamatan rembang. kontur tanahnya berbukit dan jauh dari pusat kota. ada hal yang perlu kamu tahu. harga tanah di rembang lebih mahal dibandingkan dengan daerah yang berdekatan dengan kota. entah apa yang mendasari mengapa tanah di sana lebih mahal dibandingkan daerah sekitaran kota. apakah anda tekejut (*sudah lama saya tidak menggunakan kata terkejut…hiks). pusat keramaian tersentral di losari, bisa dikatakan sebagai pusat kotanya rembang.

Satu hal yang harus kalian tahu. Jenderal Besar Soedirman yang namanya menjadi nama jalan utama di seluruh Indonesia. Lahir dan besar di sini. Kota Purbalingga Kecamatan Rembang. Pahlawan kita yang satu ini sungguh mulia dan harum namanya sebagai Pahlawan yang berjasa bagi negeri ini.

keramaian sedikit mulai terlihat pada sebuah kumpulan bangunan. makin lama mendekati semakin ramai dan penuh. siang mulai menyingsing dengan teriknya. sedikit saya berhenti sebentar dengan mengambil minuman dingin dengan rasa stroberi. menengadah dengan kesegaran yang tiada tara.

apakah kamu jengah dengan suasana yang itu itu saja. gadget, dunia hiburan serta disibukkan dengan pekerjaan yang mendesak dan dituntut untuk selalu selelsai sesuai target. kini saatnya kamu untuk keluar dari kesibukan itu. luangkan waktunya untuk bersuka ria, memberikan angin segar yang membawa kenikmatan tubuh.

saatnya kita naik ke Puncak Batur, Desa Panusupan Kec. Rembang Kab.Purbalingga. Kita menuju salah satu puncak saja yakni batur. Di Panusupan sendiri ada 2 puncak yakni Batur dan Bojong.

selepas dari kamu tiba di kota purbalingga ada beberapa alternatif untuk menuju ke sana. kendaraan umum, sewa guide atau bawa kendaraan sendiri.

kendaraan umum sangat sulit di dapat karenadaerah yang lumayan jauh dan penumpangnya pun jarang, kalau adapun pas jam2 tertentu. waktu jam anak pulang sekolah pas sore tiba. Mending kalian untuk sewa guide atau bawa kendaraan sendiri (saya siap untuk menjadi guide sekaligus ojek….hahahahaa promosi). cukup setengah jam perjalanan sampai.

Tips : PENTING.,.

Bagi anda yang suka dengan keramaian silahkan anda naik siangan tidak apa apa, namun kerugian anda adalah anda akan mengantri untuk foto di atas pohon. Akan memakan waktu yang lama untuk mengantri dari banyak orang. Lebih baik naiklah antara jam 9 atau 10 pagi karena belum banyak yang naik dan di atas akan lebih santai dan puas untuk foto mengambil view yang terbaik.

bawalah kantong keresek jika diperlukan. Karena ada kalanya hujan turun tanpa kita ketahui. Untuk menjaga barang bawaan berharga anda, dompet, HP dan jam yang tidak tahan dengan air.

Jpeg
track yang menantang nie,.,jalur pendakian

siapkan fisik anda sebelum naik ya,.,sangat membutuhkan tenaga ekstra dan fisik yang prima. alih alih ingin menunjukan kehebatan anda, di tengah jalan anda malah pusing lalu pingsan. sebelum naik belilah tiket terlebih dulu sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) sangat murah bukan, serta parkir kendaraan roda dua cukup Rp.2.000,- (dua ribu rupiah). Untuk kendaraan roda empat bisa anda parkirkan di bawah, karena untuk roda dua bisa naik sedikit ke atas melalui gang gang rumah penduduk yang sangat sempit gilaaa. Ini kampung udah kaya kampung di kota saja, gang nya padat dan sangat sempit, pas untuk roda dua. Berpapasan motor pun harus mengalah salah satu menepi ke teras rumah agar nanti bisa lewat.

Jpeg
istirahat dulu ya teman,,bapak yang bertopi putih hitam sudah tidak kuat ,, hiks hiks

istirahatlah jika anda sudah merasa lelah dan janntung anda berdegup kencang,,istirahatkan sejenak badan anda untuk meredam kelelahan. Minumlah air yang anda bawa dari bawah agar haus dan peluhmu tergantikan dengan kesegaran. Ada 3 pos yang disediakan untuk mengatur anda melangkah dan istirahat.

kita sudah memasuki puncak ya. Nikmatilah pesona indonesia melalui mata anda. Indahnya negeri ini akan terlihat dengan jelas berkat inovasi dan kreasi anak bangsa. Pemuda yang berani menelurkan ide yang briliant serta dukungan dari pejabat negeri ini sangat berarti bagi kreatifitas yang produktif. Hijaunya alam dan segarnya udara, itulah yang menjadi bekal kita hidup dan melangsungkan keharmonisan bersosialisasi. Menjaganya agar tidak hilang dengan perlahan menjadi tanggung jawab kita semua.

Jpeg
kehebohan anak – anak,

Kelima anak ini adalah rombongan atau kita menyebutnya itu geng warior. Bertopi putih dan memegang HP itu adalah ketua geng, Jamal namanya. Tahukah anda yang melambaikan tangan, itu adalah Mondi. Berjejer di depan dari yang bertopi merah, haikal, boy dan ????? (lupa namanya).

Nampak puncak dari Puncak Batur, view yang luas mengarah ke barat. Kota purbalingga ada nan jauh di sana tak terlihat.

Jpeg
akhirnya berkibarlah benderaku

Inilah puncak Batur. Sejauh mata memandang hamparan pepohonan yang berdiri. Menghijaukan daratan kec.rembang dan desa yang tersebar di rembang. Nikmatnya itu melihat yang tak biasa kita lihat di kota. Melupakan permasalahan yang ada dan nikmati wisata yang membawa kita pada kedamaian.

 

Kita Hari Ini ( Kesedihan Kerahasiaan )

Posted on

top-secret

#Kita sepakat menamakan penyesalan adalah kesedihan.

“Teman Itu Tidak Mengatakan Rahasia. Apa Yang Mereka Katakan Tak Seharusnya Dan Semestinya Semua Dikatakan”

Kesedihan itu tidak akan keluar jika lidah itu tidak liar. Berkata yang tidak seharusnya orang mendengar dan menyimak. Cukup sudah kukatakan yang terlanjur, tidak yang belum dan masuk dalam pikiran. Biar kurantai saja pada kotak kerahasiaan dengan gembok kepatuhan yang kuat.

Dalam ruang yang selebar ini udarapun terasa pengab. Lidah terasa pahit padahal raga ini sehat. Tidak ada virus pembawa leptospiorosis yang mengancam. Tikus tikus itupun menjauh menandakan ia mengerti akan keadaan yang ada. “Apakah aku harus mejauh sementara ataukah selamanya?”. Ku merasa terkungkung dalam kubangan yang mengancam solidaritas pertemanan.

Percakapan yang berujung pertikaian. Mulutmu harimaumu.

Kematian itu semakin dekat. Sedekat mata kamu dengan alis kamu. Sekedip km berkedip, secepat itu pula apa yang kamu lihat telah berubah.

Cita – Cita dan Cinta 2

Posted on

Lalu ketika cita – cita dan cinta belum kamu raih dan gapai. Kemudian apa yang harus aku lakukan? Rasa miris dan perih sering kali terikat dan membelenggu relung hati. Namun ketika kamu menangis dan merenungi yang terjadi kepada siapakah aku harus bermuara, kepada bahu yang acap kali aku pakai bersandar. Menceritakan semua keluh kesahmu kepadanya, pada bahu yang kuat dan kokoh saat eluh itu berubah menjadi air mata yang menderu deras mengalir. Semua terasa lebih ringan ketika semua keluh kesah berhasil terurai. Bahu itu selalu berhasil menjadi teman yang baik.

Selalu merespon apa yang selalu menjadi keinginanku. Menjadi pendengar dan sandaran yang kokoh. Wahai sang bahu kuatkanlah dirimu agar tiap kali aku bersedih kamu akan selalu siap untuk merengkuhku dengan kasih. Aku yakin tiap tangisanku akan menjadikanmu kuat dan tahan banting, bukan menjadi kikis karena air mata ini terus menerpa. Dinding kekuatanmu. Tapi ini akan menjadi pelapis anti body super tangguh untuk cerita – cerita yang akan datang menemuimu.

Satu hal yang bisa terjadi…

Di saat tidak ada seorangpun mendukung dan merangkul cita – citamu.

Langkah ini berat untuk berjalan menujunya, menuju pada cita – cita yang tengah dijegad oleh malaikat hitam bersayap. Jalan itu ditutup sementara atau hanya sekedar memberikan peringatan waspada. Bahwasanya tidak semua halangan dan rintangan selalu menjadi jelek dan petaka bagi yang mengalaminya. Ibarat dua sisi ruangan yang dibatasi oleh sekat, satu sisi yang sekarang sangat nampak jelas dan nyata tentang apa yang sedang terjadi namun apa yang terjadi setelah sekat itu tersibak. Terkaan itu muncul dari A sampai Z kemungkinan yang akan terjadi. Sekat itu hanyalah rintangan dan halangan sementara. Carilah celah dan pintu pintu masa depan untuk melihat dan melongok seperlunya agar nanti bisa mempersiapkan diri menghadapi apa yang akan terjadi dengan itu. Cita – Cita dan cinta yang masih gelap meski membutuhkan penerangan yang baik melalui dukungan yang baik dan kasih.

Tak ada ragkulan yang menyambut pada saat itu, saat ketika aku membutuhkan untuk melangkah jauh meruncingkan ujungmimpi yanglama tertanam. Ketika hal itu gagal, aku menyebutnya sebagai kegagalan yang taktermaafkan. Kenapa tak semua orang merangkul cita – cita ku unutk melepaskan diri dari kungkungan hidup yang tak kunjung berubah. Terkesan monoton tak bergerak maju. Haruskan aku keluar dari sangkar untuk terbang mencari jalan hidup yang baru. Memaksakan diri untuk cita- cita di depan yang sedia menunggu untuk dijemput dan diperjuangkan. Namun ketika tak dapat diraihnya hati ini miris dan merasakan kecewa yang amat. Saat tak ada yang ingin merangkul memberikan semangat akan cita – cita yang dikejar.

Menangis menjadi pilihan yang terbaik. Mengeluarkan rasa sakit yang terlalu agar nantinya tidak menumpuk terlalu tebal dan susah untuk dibuang nantinya. Sebagai manusia yang normal, lakukanlah. Lakukanlah pada tempat yang tepat. Janganlah curhat hanya pada teman, menekuri keinginan cita – cita yang terhalang. Terpekurlah kesedihanmu, kekecewaanmu dan tangismu juga dengan baik di hadapan Allah SWT. Bersujudlah pada-NYA. Bersujudlah dengan baik.

Bersabarlah – Laporkanlah – Apa yang menjadi kegelisahanmu saat kamu bersujud. Bersujudlah disaat kamu masih bisa bersujud. Masih mempunyai kaki dan dengkul untuk bersujud. Berjalan untuk menopang dan menjadi pendukung kamu untuk berjalan lagi mengerjar cita – cita dan cinta. Manfaatkanlah apa yang kamu punya dan syukurilah bahwa kita masih punya dengkul dan kaki untuk bersikap baik bersujud pada Allah SWT. Melaporkan semua cerita yang didapatnya pada hari itu dan hari – hari yang lalu. Tentang ikhwal keinginan dan cinta yang diharapkan. Tentang masa yang akan datang yang masih menjadi misteri untuknya. Luapkanlah tangismu dan bahagiamu dihadapNYA, dibanding dengan berkeluh kesah tanpa arah.

Cita – Cita dan Cinta

Posted on Updated on

Hari ini aku terpekur dalam kesedihan memikirkan hal yang sring kali aku pikirkan. Sebenarnya tidak perlu sesering ini untuk dipikirkan terlalu dalam. Namun acap kali ketika kesendirian itu menghampiri, membuatnya tak lagi untuk bisa mengelak. Ini sungguh jarang terjadi, namun itu manusiawi. Disaatt semua orang menikmati apa itu kesuksesan (bisa dibilang seperti itu) namun cita – cita tak seiring jalan sesuai apa yang diharapkan. Semua butuh proses dan itu adalah pembelajaran yang tiada akhir serta ujung untuk diakhiri.

Siang itu menjadi siang yang membuka mata hati seta perasaanku. Entah dari mana rasa terdalam itu muncul dan membuncah ingin lepas dan mengeluarkan material – materialnya untuk membuktikan bahwa isi dari semua itu adalah curahan hati yang ingin disampaikan agar itu menjadi layak untuk diberitakan.

Lalu bagaimana dengan cita – cita dan cinta ?

Pertanyaan itu muncul seketika dari seseorang yang membuatku meringis tajam. Kuakui itu bukanlah kata yang menyakitkan. Tapi itu cukup mengiris hati untuk tersakiti.

“Terus teranglah, itu akan merasa lega.” Ucapnya.

Seketika itu ku mulai melepaskan material hati yang lama tersembunyi. Langkahku terhenti, mungkin itu kata – kata yang bisa menggambarkan ketika cita – cita itu belum tergapai. Maksud semua itu adalah semua masih ganjil. Semua dalam proses dan penyelesaian. Itu jawaban yang kucuapkan atas pertanyaannya. Masih ada banyak penjelasan yang sebenarnya bisa mewakilinya tapi itu semua tertahan tak bisa melanjutkan kata – kata ktika akan mengetik jawaban yang lebih, jari ini terasa kaku untuk menjawabnya.

lalu bagaimana dengan cita – cita dan cintamu selanjutnya, kamu akan bawa kemana ?

to be continue …

Yang Muda Bukan Berarti Tak Bisa Berkarya

Posted on Updated on

#yang muda yang berkarya

nulisdankopi

Rakyat kini sudah dimudahkan dengan berbagai fasilitas, mulai dari moda transportasi, telekomunikasi hingga informasi. Terkait dengan itu semua tak lepas dari pendahulu kita para pahlawan yang telah memberikan kemerdekaannya dari genggaman tentara koloni belanda yang sangat kejam. Tua bukan berarti berhenti dalam berjuang memerdekakan negara. Tua tidaklah bisa dianggap remeh dalam berkarya. Sumbangsihnya sangat besar dalam kemajuan negara ini. Ketika informasi sudah bisa didengar dengan mengakses melalui radio pada masa itu, namun hanya beberapa segelitir orang saja yang bisa menikmati kehebatan sebuah kotak yang bisa mengeluarkan suara yang entah dari mana suara itu berasal. Aktifitas menulis informasi pada masanya bisa dikatakan sangat minim, terkait dengan kebebasan dalam berpendapat dan media untuk menuangkan cerita masih sedikit.

Dewasa ini banyak remaja yang terjerumus ke dunia lembah hitam. Pergaulan yang terlalu bebas dan pengawasan orang tua yang lemah, serta pondasi iman yang lemah dari kecil. Kegiatan yang melelahkan untuk diikuti berakhir dengan kerugian fisik dan materi. Semua itu perlu perubahan yang mengarah pada kepedulian dan kreatifitas berkarya

Sekarang saatnyalah kita menunjukan taring kepada orang, bukan hanya sebagai seorang yang berprestasi di bidang sains, olah raga ataupun informatika melainkan dalam menulis. Semua berlomba – lomba menjadi yang terbaik, yang terdepan dan tertinggi. Mereka tidak salah dengan pemikiran yang demikian, bukankah hak orang untuk memilih itu masih berlaku sejauh itu di dalam aturan yang benar. Hak asasi manusia berlaku penuh pada demokrasi ini, perlindungan terhadap kelangsungan hidup manusia ditanggung ketika terampasnya hak asasi.

Tancapkan ide – ide kalian di tulisan, biarkanlah itu menjadi bagian dari hidup. Catatan hidup yang tak akan hilang selagi masih tertulis jelas dilembaran buku. Sudah dari dahulu bahwa buku merupakan jendela dunia. Dari buku kita bisa melihat belahan dunia melalui selembar kertas tanpa harus berkunjung ke daerah tersebut. Melalui buku pengetahuan bisa didapat dengan mudah tanpa harus bertanya kesana kemari. Carilah sisi positif dari buku yang dibaca, dimana manfaat itu akan berguna bila kamu mengaplikasikannya dikehidupan.

Berkarya tidak hanya sebatas bekerja dengan mendapat penghargaan sebagai karyawan teladan. Bukan juga menjuari kejuaraan nasional dan dunia. Berjuang lewat menulis juga merupakan berkarya. Selagi muda jiwa dan pikiran masih kuat, menjadi penopang yang sudah tua renta. Ide pikiran dan kreatifitas masih segar untuk diutarakan. Tidak sebatas omongan yang tak jelas akhirnya, menulis menjadi sebuah pilihan yang tidak buruk bukan? Persolan bisa menjadi mudah dengan adanya menulis, semua bisa dituangkan kedalam catatan pribadi ataupun blog.

Buku sudah membuktikan, dimana setiap sejarah ataupun peristiwa penting yang terjadi di negara ini akan menjadi sebuah sejarah yang nantinya akan didengar dan dibaca oleh anak cucu kita. Penulis berperan penting dalam menyusun peristiwa – peristiwa terdahulu agar nanti tidak terlupakan atau dilupakan sesaat peristiwa itu telah lama terjadi. Sejatinya pekerjaan menulis bukanlah pekerjaan yang rendah, terlebih jika kita mampu menunjukkan prestasi kita dalam menulis. Menulis bukanlah hal yang sulit, banyak beranggapan bahwa menulis merupakan hal yang membosankan, tidak ada uangnya bahkan hanya buang – buang waktu saja. Ada sisi positif dari kita menulis yakni keinginan untuk bercerita lebih mudah pada mereka yang tidak terbiasa curhat tentang perasaanya kepada orang lain entah sedih ataupun senang.

Saatnya kita yang muda yang berkarya, meneruskan para pendahulu yang telah berjuang untuk kita saat ini merdeka dari penjajah dan koloninya. Semangat kalian perlu dipupuk agar tidak hilang. Berjuang tidak hanya mengedepankan tenaga dan otot, tetapi berjuang dengan berkarya itu juga dinamakan berjuang. Berpikir bagaimana kita ikut serta berkarya untuk negara. Kita yang tidak bisa ikut berperang sebagai TNI yang tangguh, berjuanglah melalui tulisan yang berkualitas dan berkarakter itu lebih dari cukup. Berkarya dengan buku bisa agar bisa menginspirasi pemuda pemudi agar bangkit dan maju untuk lebih baik itu lebih berharga daripada diam tak ada hasil. Karya anak muda yang sukses melalui buku akan menjadi contoh teladan bagi yang membaca dan secara tidak langsung menjadi inspirasi baginya agar bisa bermimpi. Mimpi itu penting, mimpi adalah cita – cita yang perlu diwujudkan. Mimpi terwujud dengan semangat dalam berkarya serta disertai doa. Pengalaman mengajarkan sebagaimana kita untuk bersabar dan terus berlatih untuk bisa berkarya lebih baik bagi bangsa dan negara.

Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 30 Maret duapuluh tujuh tahun silam bernama Retno Laksono . Beralamat di Desa Kembaran Wetan  Kec. Kaligondang Kab. Purbalingga – Jawa Tengah, sekarang aktivitas saya bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi di daerah. Meskipun berkutat dengan konstruksi kecintaan saya pada menulis tak membuat saya mundur untuk ikut membantu kejayaan Indonesia dalam menulis. Sekarang mulai aktif ikut grup menulis bersama teman-teman penulis lainnya. berjuang tak hanya memakai otot, menulispun ikut berjuang mencerdaskan pemuda (konteks positif). anda bisa menghubungi saya melalui akun facebok https://www.facebook.com/re.laksono , melalui twitter @RELaksono atau email di re.namine@gmail.com

Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia Dalam Gotong Royong

Posted on Updated on

Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia”

Gotong Royong

Ketika manusia dihadapkan pada masalah jiwa serta akal dan tindakan akan mengikuti, selebihnya menjadi ahir dari sebuah jawaban. Leluhur mengajarkan kita bahwa hidup itu tidak lepas dari orang lain. Bayang-bayang nenek moyang akan hal bekerja sama dalam bekerja tercermin dalam mereka mengarungi lautan lepas untuk menghasilkan tangkapan ikan yang akan dibawa pulang nanti selepas sandar jangkar. Bahaya menghadang, lautan tak kenal sahabat, angin menerjang setiap yang akan datang. Tak ada rintangan untuk menghalau selain untuk melawannya. Sesulit apapun itu nenek moyang mengajarkan untuk saling membantu dalam menghadapi keadaan yang sulit.

Mahakarya Indonesia itulah yang disebut gotong royong. Gotong dalam membawa beban, saling membantu dan bekerja sama menyelesaikan pekerjaan. Ibu pertiwi hadir dengan sejuta manfaat yang mengandung intisari untuk anak cucunya agar mereka tau apa itu hasil bumi yang kaya raya, selain jiwa indonesia yang terkenal membumi, ramah dan arif menjadikan kita menjadi madani yang lebih baik.

Indonesia diluar negeri terkenal dengan ramah tamah, berbudi pekerti serta kulinernya. Julukan lain datang dengan nama dan arti tak kalah indah ia bernama gotong royong. Hidup berdampingan satu sama lain mengajarkan banyak hal. Ibu dengan kelembutan hatinya sebagai guru dalam keluarga memberikan tauladan yang baik mengajarkan akan menghormati dan peduli kepada orang lain yang membutuhkan. Jiwa indonesia tidak lepas dari rasa empati dan simpati, melihat orang tidak berdaya membawanya pada naluri untuk peduli. Mengulurkan tangan lalu disambutnya dengan ketekadan untuk menerima dan memapahnya hingga bisa berdiri lagi. Ayah dengan tangannya yang kuat memberikan contoh pada anaknya bahwa laki-laki itu harus bisa memikul beban untuk keluarganya. Harus bisa membawa keluarganya makmur lahir dan batin. Kekuatan alam memberikan cukup untuk jiwa indonesia yang membutuhkan.

Bahwa nilai-nilai luhur gotong royong sebagai suatu mahakarya indonesia telah bergeser dari nilai yang sebenarnya. Gotong royong yang semestinya mempunyai peranan penting dalam jiwa indonesia sebagai warisan nenek moyang yang tak akan punah hilang sekarang menjadi berbeda arti setelah masa modernisasi, terlebih kehidupan sosial kita berada di perkotaan.

Gotong royong seharusnya memiliki arti bersama-sama saling membantu tanpa pamrih demi mencapai tujuan bersama. Sekarang nilai gotong royong dinilai dengan upah, setiap kali kebutuhan akan bantuan orang lain nilai rupiah akan mengikuti. Nilai sosialnya menjadi arti yang lain.

Diperkotaan nilai gotong-royong ini sangat berbeda dengan gotong-royong di pedesaan, karena di perkotaan segala sesuatu sudah banyak dipengaruhi oleh materi dan sistem upah, sehingga akan diperhitungkan untung ruginya dalam melakukan gotong-royong, sedangkan di pedesaan gotong-royong belum banyak dipengaruhi oleh materi dan sistem upah sehingga kegiatan gotong-royong diperlakukan sebagai suatu solidaritas antar sesama dalam satu kesatuan wilayah atau kekerabatan.

Kita sebagai anak cucu wajib melestarikan warisan leluhur nenek moyang sebagai sebuah mahakarya indonesia. Bukan hanya sebatas memperhatikan, akan tetapi melestarikan yang telah ada sejak dulu sesuai dengan makna dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Masa nenek moyang dengan era sekarang sangat jauh berbeda. Tumpang tindih kepentingan dan hak yang selalu maju berbarengan memberikan kesulitan kepada kita untuk melaksanakannya. Cinta selalu berada di tengah-tengahnya menyisipkan rindu yang terwakili oleh syarat makna.

Mahakarya indonesia sangat indah, nilai nilai luhur gotong royong memberikan pelajaran bahwa hidup itu berdampingan, sosial tolong menolong. Keluarga menjadi dasar pelajaran gotong royong dalam lingkup kecil. Mendasari diri kita agar lebih mengerti dan peka terhadap alam sekitar dan lingkungan.

salah satu kegiatan yang saya pantau ketika sedang melakukan perjalanan menuju rumah kerabat. yang menggambarkan bahwa gotong royong masih menjadi jiwa dan budaya di daerahnya, dan saya yakin karena sempat berbincang dengan mereka.

warga guyub gotong royong meapikan jalan
warga guyub gotong royong meapikan jalan
warga gotong royong membuat selokan air dengan menggunakan bis beton
warga gotong royong membuat selokan air dengan menggunakan bis beton
salah satu kegiatan masyarakat desa kedarpan dalam membuat jalan tani di desanya
salah satu kegiatan masyarakat desa kedarpan, purbalingga dalam membuat jalan tani di desanya